Begal di Bali
Hati-hati Modus Baru Begal di Bali, Berkedok 'Sesama Orang Timur' Beraksi di Renon Denpasar Bali
Aksi pembegalan dengan modus berpura-pura meminta bantuan terjadi di kawasan Renon, Denpasar Timur, Bali, dan kini viral di media sosial.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Aksi pembegalan dengan modus berpura-pura meminta bantuan terjadi di kawasan Renon, Denpasar Timur, Bali, dan kini viral di media sosial.
Seorang pemuda asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial YAH (24), menjadi korban setelah dihentikan oleh dua pria tak dikenal yang mengaku “sesama orang timur”.
Korban yang merasa iba akhirnya berhenti, namun justru dikeroyok dan sepeda motornya dibawa kabur oleh komplotan pelaku pada Senin 8 Juni 2026 dini hari.
Polsek Denpasar Timur tengah memburu komplotan pelaku pembegalan tersebut.
Peristiwa kekerasan yang menimpa korban di kawasan Renon, Denpasar Timur ini sempat viral di media sosial setelah rekaman kejadiannya beredar luas.
Kasus dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan ini resmi dilaporkan ke pihak kepolisian dengan nomor laporan Dumas/203/VI/2026/SPKT.Unit Reskrim/Polsek Dentim/Resta Dps/Polda Bali.
Peristiwa kelam tersebut terjadi di Jalan Cok Agung Tresna Nomor 126, tepatnya di depan rumah makan Ayam Goreng Saudi, Renon, Denpasar Timur, pada Senin, 8 Juni 2026 sekitar pukul 03.40 WITA.
Baca juga: Pemotor Misterius Kabur usai Senggolan di Imam Bonjol Denpasar Bali, Pria Asal Ujung Pandang Tewas
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya, memastikan pihak kepolisian melalui Polsek Denpasar Timur saat ini sudah bergerak melakukan penyelidikan mendalam untuk mengejar para pelaku yang melarikan diri.
"Benar, Polsek Denpasar Timur telah menerima laporan dari korban dan saat ini petugas tengah melakukan penyelidikan intensif terkait kejadian tersebut untuk mengungkap identitas dan menangkap para pelaku," ujar Iptu Gede Adi, pada Selasa 9 Juni 2026.
Kejadian bermula ketika korban YAH mengendarai sepeda motor Honda GL warna hitam milik temannya yang berinisial U.
"Saat itu korban bersama temannya baru saja selesai bermain biliar di kawasan Jalan Tukad Batanghari dan berniat untuk pulang sekitar pukul 03.00 WITA," ujarnya.
Namun, saat melintas di tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Cok Agung Tresna, korban tiba-tiba didekati oleh dua orang tidak dikenal yang berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Vario CW.
Iptu Gede Adi mengungkapkan bahwa kedua pelaku sengaja memanfaatkan ikatan kedaerahan untuk mengelabui korban dengan menggunakan logat daerah timur.
"Para pelaku ini menggunakan modus operandi yang terencana. Mereka mendekati korban, lalu salah satunya berkata meminta tolong," bebernya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-begal_begal_dwis_geng-gaza_geng-motor_dwis_ilustrasi_gaza_gaza.jpg)