Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Longsor di Bangli

KORBAN Jiwa Tanah Longsor Kintamani Bali, I Wayan Buda Tertimbun Material Setinggi 100 Meter

Korban, I Wayan Buda (53) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah tertimbun tanah longsor setinggi kurang lebih 100 meter.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
EVAKUASI – Petugas gabungan melakukan evakuasi korban tanah longsor di Tukad Banyang, Banjar/Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Sabtu (14/2). 

TRIBUN-BALI.COM - Proses evakuasi korban tanah longsor di Tukad Banyang, Banjar/Desa Suter, Kecamatan Kintamani, kabupaten Bangli, selesai pada Sabtu (14/2).

Korban, I Wayan Buda (53) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah tertimbun tanah longsor setinggi kurang lebih 100 meter.

Evakuasi dilakukan oleh tim gabungan TNI-POLRI, Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli, Dinas PUPR Perkim Bangli, dan masyarakat setempat.

Proses evakuasi yang dipimpin langsung Kapolres Bangli AKBP James I. S. Rajagukguk itu dimulai pukul 09.00 Wita dan selesai pukul 17.00 Wita.

Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Ketut Gede Ratwijaya seizin Kapolres membenarkan hal tersebut. Kata dia, pencarian terhadap korban dilakukan bersama sekitar 200 orang. Pencarian ini dibantu oleh tim gabungan dan masyarakat yang tergerak untuk membantu keluarga korban.

Baca juga: SOPIR Dump Truk Tewas Terjepit di Kabin, Kecelakaan Maut di Jalur Penghubung Sidemen–Klungkung

Baca juga: TRAGEDI Rem Blong di Turunan Sidemen Karangasem Bali, Sopir Dump Truk Meninggal Dunia Terjepit!

Kegiatan dimulai pukul 09.00 Wita, dengan  diawali apel kesiapan proses evakuasi. Setelah itu, proses evakuasi dilaksanakan oleh tim K-9 Dit Samapta Polda Bali dengan menggunakan dua anjing. Pelibatan anjing tersebut dilakukan untuk memudahkan mencari titik korban tertimbun. 

Sekitar pukul 14.50 Wita, dugaan titik korban tertimbun longsor diketahui. Material longsor yang sulit digali secara manual, sehingga pencarian dilakukan menggunakan ekskavator yang didatangkan Dinas PUPR Perkim Bangli.

“Korban akhirnya bisa dievaluasi pukul 17.00 Wita. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal karena tertimbun tanah longsor setinggi kurang lebih 100 meter. Terkait dengan kejadian tersebut pihak keluarga menerima sebagai musibah dan untuk pemakaman masih menunggu rapat keluarga serta menunggu hari baik,” ujar Ratwijaya. 

Cuaca ekstrem 

Sementara itu, cuaca ekstrem hujan disertai angin kencang melanda Kabupaten Gianyar. Pada Sabtu (14/2) kemarin, cuaca ekstrem menimbulkan bencana yang menyebabkan kerusakan. Di antaranya kerusakan pelinggih, bangunan dan sebagainya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, Minggu (15/2) mengatakan, dampak cuaca ekstrem pada Sabtu (14/2), mengakibatkan bencana di delapan titik. Kejadian ini berupa pohon tumbang, mulai dari kawasan Tegal Tugu Gianyar, Banjar Lalapan Ubud, areal Puri Ubud yang merobohkan bangunan.

Pohon tumbang juga terjadi di  Angkling Gianyar, di Imam Bonjol Gianyar, Taman Dipta, dan  Pantai Cucukan. “Semua kejadian telah kita tangani, ada juga yang ditangani oleh Dinas PUPR Gianyar dan PLN. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini,” ujar Dibya.

Terpisah, dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah pesisir, anggota Satpolairud Polres Gianyar meningkatkan kegiatan sambang nelayan dan pemancing di pesisir Pantai Lebih, Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, Minggu (15/2).

Dalam kegiatan, personel Pos Pantau Masceti itu mengimbau para nelayan agar tetap waspada dan berhati-hati saat melaut, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu. Selain itu, nelayan juga diingatkan untuk selalu membawa dan menggunakan life jacket demi keselamatan diri saat berada di tengah laut.

Petugas juga menekankan pentingnya memperhatikan kelengkapan peralatan melaut guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Kapolres Gianyar, AKBP Chandra C Kesuma mengatakan, kegiatan sambang ini diharapkan terjalin sinergi yang baik antara aparat keamanan dan masyarakat nelayan sehingga tercipta situasi yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah pesisir Desa Lebih.

“Ketika terjadi sesuatu, agar masyarakat di pesisir segera menginformasikan ke petugas kami di lapangan, agar bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya. (weg)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved