Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Properti

Gandeng BTN, BPJS Ketenagakerjaan Perluas Akses Perumahan, Wujudkan Sejuta Rumah

Untuk besaran PUMP maksimal sebesar Rp150 juta, kemudian pinjaman renovasi perumahan maksimal sebesar Rp200 juta, serta KPR maksimal Rp500 juta.

freepik
ILUSTRASI - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sorong bersama Bank Tabungan Negara (BTN), memperluas akses pembiayaan perumahan bagi pekerja di wilayah Papua Barat Daya. Kolaborasi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah sejuta rumah, kini turut melibatkan PT Larezka Cahaya Indonesia sebagai mitra penyedia unit hunian. 

TRIBUN-BALI.COM - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sorong bersama Bank Tabungan Negara (BTN), memperluas akses pembiayaan perumahan bagi pekerja di wilayah Papua Barat Daya.

Kolaborasi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah sejuta rumah, kini turut melibatkan PT Larezka Cahaya Indonesia sebagai mitra penyedia unit hunian.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sorong, Iguh Bimantoroyudo mengatakan, kerja sama tersebut tindak lanjut dari program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) kini berkembang menjadi empat jenis fasilitas.

Di antaranya uang muka perumahan, renovasi rumah, KPR perumahan, serta tambahan terbaru berupa kredit konstruksi hingga 80 persen dari total biaya pembangunan.“Ini bagian dari kolaborasi yang terus kami dorong,” ujar Iguh Jumat (21/11/2025).

Baca juga: MALING Curi 20 Gong Milik Desa Adat Padangkeling Buleleng, Total Kerugian Rp16 Jutaan

Baca juga: VIRAL Video Adu Mulut Soal Jasa Transportasi di Padangbai, Berakhir Saling Minta Maaf!

Sementara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) wilayah Bali, Nusa Tenggara dan Papua (Banuspa) mendorong para peserta BPJS Ketenagakerjaan di Papua Barat Daya dapat menggunakan program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) untuk memiliki rumah.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan/BPJamsostek Wilayah Banuspa, Kuncoro Budi Winarno, mengatakan peserta BPJS Ketenegakerjaan di Papua Barat Daya dapat memanfaatkan empat MLT yang dapat diakses.

Yakni kredit kepemilikan rumah (KPR), pinjaman uang muka perumahan (PUMP), pinjaman renovasi perumahan (PRP), dan fasilitas pembiayaan perumahan pekerja/kredit konstruksi (FPPP/KK).

Untuk besaran PUMP maksimal sebesar Rp150 juta, kemudian pinjaman renovasi perumahan maksimal sebesar Rp200 juta, serta KPR maksimal Rp500 juta.

“Kami berharap ke depan MLT perumahan pekerja ini dapat terus bergulir, sehingga makin banyak kesempatan bagi para pekerja yang bisa memiliki rumah. Dengan demikian kebutuhan salah satu primer mereka telah terpenuhi sehingga mereka bisa 'kerja keras bebas cemas' yang berujung pada meningkatkan produktivitas kerja," ucap Kuncoro.

PT Larezka Cahaya Indonesia menyiapkan jenis dan jumlah unit rumah yang dapat diakses pekerja, sementara BPJS Ketenagakerjaan mendorong perusahaan-perusahaan memberikan informasi ini kepada karyawan mereka.

Branch Manager BTN Jayapura Darmawan menyampaikan kerja sama ini program nasional diinisiasi kantor pusat. Melalui skema MLT, pihaknya memberikan suku bunga lebih kompetitif dibandingkan bunga komersial reguler BTN.

BPJS memberikan skema bunga yang lebih menarik, untuk KPR MLT perorangan, ratenya adalah BI Rate berjalan ditambah 3 basis point. Ini jauh lebih ringan dibandingkan bunga konvensional BTN. 

“Kredit konstruksi pun kami bisa memberikan rate lebih bersaing bagi developer,” jelas Darmawan. Ia menambahkan, program ini membantu kedua belah pihak, BPJS Ketenagakerjaan mendapat ruang menyalurkan manfaat yang dikelola, sementara BTN mendapat basis nasabah jelas dari para pekerja peserta BPJS.

Perwakilan PT Larezka Cahaya Indonesia Willy Wijaya Putra menyampaikan, kerjasama menghadirkan produk MLT yang dinilai sangat membantu para pengembang perumahan.

“Saya berterimakasih kepada Bank BTN yang telah berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan memperkenalkan produk MLT ini,” ujarnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved