Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

TOTAL Investasi Capai Rp 600 Miliar, Tower Turyapada Dirancang Jadi Sumber PAD Bali

Lebih lanjut Koster, mengatakan selama ini Bali sangat bergantung pendapatan yang bersumber dari pajak kendaraan.

Tayang:
ISTIMEWA
TINJAU - Gubernur Bali, Wayan Koster meninjau langsung pembangunan tahap kedua Turyapada Tower di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Sabtu (27/9). 

TRIBUN-BALI.COM — Gubernur Bali, Wayan Koster menargetkan agar pembangunan Tower Turyapada di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng rampung pada Tahun Anggaran (TA) 2026.

Setelah itu, Koster mengatakan akan membuka kerjasama pengelolaan Tower Turyapada dengan pihak ketiga yang profesional agar dapat mencari cara untuk mendapatkan sumber pendapatan baru yang lebih optimal. 

“Jadi kita akan mencari orang yang terbaik supaya memberi hasil yang optimal. Kita hitung investasinya tahun pertama Rp 330 miliar, sekarang Rp 270 miliar, kira-kira investasi Rp 600 miliar tapi ini adalah objek yang sangat bagus,” kata Koster pada Rapat Paripurna DPRD Bali, Senin (29/9).

Baca juga: KOSTER Ajukan Anggaran Infrastruktur Rp 776 M, Bali Dapat Suntikan Dana Rp1,5 T Lebih dari APBN 2026

Baca juga: KELUHKAN Kumuh & Minta Satpol PP Tegas Awasi Pencari Batu Sikat, Khawatir Lingkungan Pantai Rusak!

Gubernur Bali, Wayan Koster kunjungi warung kecil di pinggir Jalan Raya Wanagiri, Sukasada, Buleleng, saat kunjungannya ke Turyapada Tower dan proyek shortcut Singaraja-Mengwitani pada Sabtu 27 September 2025. Gubernur Bali Koster Borong Dagangan Warung Sederhana di Buleleng Saat Kunjungi Turyapada Tower
Gubernur Bali, Wayan Koster kunjungi warung kecil di pinggir Jalan Raya Wanagiri, Sukasada, Buleleng, saat kunjungannya ke Turyapada Tower dan proyek shortcut Singaraja-Mengwitani pada Sabtu 27 September 2025. Gubernur Bali Koster Borong Dagangan Warung Sederhana di Buleleng Saat Kunjungi Turyapada Tower (istimewa)

“Sejumlah pihak sudah berkunjung kesana secara diam-diam dikatakan bangunan luar biasa. Makin cepat selesai makin bagus karena Tower Turyapada akan menjadi sumber pendapatan Pemprov Bali,” ujarnya.

Turyapada Tower merupakan menara multifungsi yang dirancang bukan hanya sebagai pusat penyiaran televisi, tetapi juga ikon wisata modern yang menawarkan panorama lengkap laut, bukit, hutan, hingga deretan danau kembar di Bali Utara. 

Lebih lanjut Koster, mengatakan selama ini Bali sangat bergantung pendapatan yang bersumber dari pajak kendaraan. Yang tentunya ini tidak sehat sebab menimbulkan kemacetan, polusi dan kerusakan ekosistem. 

“Supaya pemprov Bali kedepan tidak lagi banyak bergantung dengan pendapatan yang bersumber dari pajak kendaraan bermotor. Tidak sehat karena banyak kendaraan satu polusi dua macet dapat pendapatan tapi ada kerusakan ekosistem,” paparnya. 

Oleh karena, kata Koster harus dicarikan skema baru untuk jangka panjang agar pendapatan tidak bergantung pada pajak kendaraan bermotor.

“Tapi sekarang belum waktunya mengendalikan ini karena masyarakat kita sedang senang menggunakan motor, mobil baru karena ekonominya baru tumbuh sehingga pembelian kendaraan menjadi gaya hidup sekarang,” kata dia. 

Sebelumnya, Koster meninjau langsung pembangunan tahap kedua Turyapada Tower di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Sabtu (27/9).

Koster menjelaskan, pembangunan tahap kedua meliputi akses jalan dari shortcut menuju terminal, area parkir berkapasitas 200 mobil, terminal gondola, penataan kawasan sekitar menara seperti taman.

Juga area camping, ruang komunal, sentra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), restoran, serta penyelesaian interior dan furniture menara.

“Pembangunan ini dilengkapi gondola sepanjang 1,1 kilometer yang akan menghubungkan area tower dengan lanskap alam memukau. Selesai pada akhir Agustus 2026, dan mulai beroperasi di akhir 2026,” kata Koster yang didampingi Bupati Buleleng, I Nyoman Sudjitra.

Turyapada Tower dikatakan Koster bukan hanya menawarkan daya tarik wisata, tetapi juga berfungsi sebagai pusat penyiaran.

Saat ini, 22 stasiun televisi sudah menggunakan pemancar Turyapada, sementara 10 stasiun lain dijadwalkan bergabung pada 2028. 

Dengan ketinggian lebih dari 200 meter di atas permukaan laut, tower ini diproyeksikan memperkuat infrastruktur penyiaran sekaligus memperluas jangkauan siaran di Bali.

Pembangunan tahap kedua ini menghabiskan anggaran Rp 270 miliar, termasuk Rp 10 miliar untuk pembangunan jalan lingkar dari Desa Lemukih sebagai akses tambahan. 

Dengan rampungnya pembangunan pada akhir 2026, Turyapada Tower diproyeksikan menjadi magnet baru wisatawan. Juga menegaskan Kabupaten Buleleng sebagai pusat pertumbuhan pariwisata Bali Utara.

Keberadaan tower di ketinggian sekitar 1.200 meter dari permukaan laut ini juga akan menghadirkan udara sejuk serta panorama 360 derajat yang sulit ditemukan di destinasi lain.

Selain itu, kawasan penunjang seperti restoran, UMKM, dan area komunal diharapkan memberi dampak langsung pada ekonomi lokal masyarakat sekitar.  (sar)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved