Makan Bergizi Gratis
JADI Penyuplai untuk MBG, Buka Peluang Pasar, UMKM Buleleng Didorong Kerjasama dengan SPPG
Hingga kini sudah ada lima UMKM olahan pangan di Buleleng yang produknya diserap oleh SPPG. Kebanyakan berupa produk-produk siap saji.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Peluang pasar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kian terbuka luas. Sebab kini, Pemkab Buleleng berupaya agar produk olahan pangan pelaku UMKM bisa diserap untuk kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Buleleng.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta mengatakan, langkah ini merupakan wujud komitmen pihaknya dengan Badan Gizi Nasional (BGN) Korwil Buleleng dalam hal penguatan UMKM. Menurutnya program MBG ini memiliki tujuan luas, salah satunya untuk kesejahteraan masyarakat.
"Dengan jumlah siswa di Buleleng sebanyak 135 ribu, tentu sangat lumayan untuk para pelaku UMKM kita agar omzetnya semakin meningkat. Jangan sampai kebutuhan MBG ini justru disuplai dari luar Bali," ujar mantan Plt Kadisdikpora Buleleng ini, Jumat (5/12).
Baca juga: RUSAK Bangunan Wantilan Kawasan Pura Jagatnatha, Perbaikan Terkendala Anggaran!
Baca juga: LANSIA & Disabilitas Dapat Insetif 2026, Regulasi Masih Digodok, Optimistis Program Berjalan Baik
Mengenai kerjasama ini, pihak dinas nyatanya sudah bergerak dengan melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan BGN Korwil Buleleng, bertepatan saat Buleleng UMKM Expo akhir November 2025 lalu.
Hingga kini sudah ada lima UMKM olahan pangan di Buleleng yang produknya diserap oleh SPPG. Kebanyakan berupa produk-produk siap saji. Mulai dari abon, roti kering, keripik, kacang-kacangan, hingga aneka camilan.
Tak banyak kriteria yang diperlukan UMKM untuk menjadi suplayer SPPG. Sudiarta mengatakan, untuk memasukkan produk olahan pangan UMKM wajib menjadi mitra dinas. Setelahnya, UMKM bisa langsung koordinasi ke Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG).
"Nanti ahli gizi akan melakukan pengecekan. Apabila sesuai, selanjutnya akan dilakukan negosiasi harga. Pembayaran pun langsung dilakukan begitu produknya dibawa. Jadi tidak ada istilah nunggu 1-2 hari alias ngebon," imbuhnya.
Sejatinya di Buleleng ada 200 lebih UMKM olahan pangan mitra Dinas yang potensial untuk menjadi pemasok di SPPG. Namun menurut Sudiarta, dibutuhkan komitmen dan kesiapan dari pelaku UMKM agar bisa mensuplai produk secara berkelanjutan. Mengingat program MBG dilakukan secara rutin. (mer)
Gelar Rapat Bersama SPPG dan BGN
Mengenai hal ini, pekan depan Dinas Koperasi dan UMKM Buleleng akan rapat bersama SPPG dan BGN, termasuk dengan UMKM agar mau lebih banyak menghimpun diri. Tak hanya itu, pihak Dinas Koperasi dan UMKM Buleleng bahkan sudah menyiapkan katalog produk dari mitra UMKM.
"Kalau UMKM berjalan sendiri-sendiri nanti tidak kuat. Makanya kita dorong mereka membentuk kelompok, satu branding, satu standar. Dengan begitu kapasitas suplai bisa lebih besar," kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta. (mer)
| Sidokkes Polres Jembrana Bali Pastikan Keamanan Menu MBG, Uji Kualitas Bahan Pangan |
|
|---|
| 233 Ribu Orang Telah Mendapat MBG Di Denpasar Bali, Dari Siswa Hingga Balita |
|
|---|
| Kapolda Minta Jangan Sampai Lalai, Tekankan Proses Pengolahan hingga Distribusi MBG Sesuai Standar! |
|
|---|
| Polda Bali Jadi Pusat Riset Strategis Polri, Optimalkan Penanganan Tindak Pidana Korupsi dan MBG |
|
|---|
| Optimalkan Penanganan Tindak Pidana Korupsi dan MBG, Polda Bali Jadi Pusat Riset Strategis Polri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/SPPG-cvf.jpg)