Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Viral di Bali

Viral Paus Sperma Terlihat di Perairan Bali Utara dalam Beberapa Hari Terakhir, Pertanda Apa?

Video pendek memperlihatkan paus sperma di perairan Bali Utara mendadak viral.

Tayang:
Istimewa
Paus sperma - Tangkapan layar kemunculan paus sperma di perairan Pemuteran, Buleleng, Bali sejak beberapa hari terakhir viral di media sosial. 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Video pendek memperlihatkan paus sperma di perairan Bali Utara mendadak viral.

Kabarnya, paus dengan nama latin physeter macrocephalus ini sudah beberapa hari terakhir terlihat di perairan Bali Utara

Video tersebut berlokasi di perairan Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Dalam video berdurasi 10 detik itu nampak seekor paus sperma mengambil nafas, kemudian kembali menyelam dan nampak ekornya.

Baca juga: Selamat Jalan Pope Francis, Paus Minta Dimakamkan Dalam Peti Kayu Sederhana

Video itu direkam oleh masyarakat sekitar bernama Abdul Rohim.

Abdul mengungkapkan kemunculan paus sperma di perairan Pemuteran ini diketahui sejak beberapa hari terakhir.

Hewan mamalia itu bergerak ke arah timur, yakni menuju Lovina.

"Biasanya mereka muncul berpasangan. Kadang dua, kadang empat ekor," ucap pria 42 tahun ini. 

Menurut Abdul, perairan Pemuteran cukup ideal sebagai lintasan paus sperma.

Baca juga: BANGKAI Paus Terdampar di Pantai Legian Bali, BKSDA Langsung ke Lokasi, Perut Sudah Membusuk!

Sebab memiliki kedalaman 300-400 meter.

Pria yang juga pemandu wisata ini berharap kemunculan paus sperma bisa menjadi daya tarik baru wisata bahari di Buleleng.

"Kalau wisatawan beruntung, bisa melihat lumba-lumba sekaligus paus sperma. Semoga ke depan bisa jadi daya tarik baru," harapnya. 

Pertanda Apa?

Fenomena kemunculan paus sperma di perairan Bali Utara mendapat tanggapan dari Dosen Jurusan Kelautan Undiksha, Gede Iwan Setiabudi.

Menurutnya, fenomena tersebut kemungkinan besar bukan bagian dari jalur migrasi tetap. 

"Perairan Bali Utara bersifat buntu dan hanya terbuka dari timur. Sehingga paus yang muncul kemungkinan hanya melintas," katanya. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved