Berita Buleleng
Massa Datangi Kejari Buleleng, Minta Kejelasan Kasus Dugaan Korupsi Perbekel Sudaji
Perwakilan Warga, Gede Artayasa mengungkapkan, kedatangannya ke kantor Kejari ini sudah yang kelima kali.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Menumpang belasan mobil kolbak, ratusan masyarakat Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng mendatangi kantor Kejasakaan Negeri (Kejari) Buleleng, Selasa (16/12) pagi. Masyarakat mendesak kelanjutan kasus dugaan korupsi yang menyeret Perbekel Sudaji.
Mengenakan pakaian adat madya, masyarakat datang dengan membentangkan spanduk. Salah satunya bertuliskan 'Hanya satu permintaan masyarakat Desa Sudaji, segera adili kepala Desa Sudaji'.
Perwakilan Warga, Gede Artayasa mengungkapkan, kedatangannya ke kantor Kejari ini sudah yang kelima kali. Tujuannya pun sama, yakni menindaklanjuti dugaan korupsi dari Perbekel Sudaji yang sampai hari ini dari pihak kejaksaan belum ada tindaklanjut sama sekali. "Massa yang datang adalah permintaan sendiri. Hari ini massa datang ingin kepastian hukum," ucapnya.
Baca juga: SINDIKAT Curanmor Diringkus di Gilimanuk, Pakai Seragam Menyerupai Atribut TNI untuk Kelabui Petugas
Baca juga: RUSAK Senderan Jalan Sepanjang 20 Meter, Bisa Dilalui Motor dan Pejalan Kaki
Salah satu pemicu turunnya massa, karena ada beberapa statement mengenai proses kasus yang dihentikan, karena kerugian keuangan sudah dikembalikan.
Sayangnya, aksi damai saat itu tidak membuahkan hasil. Sebab Kepala Kejari (Kajari) Buleleng, Edi Irsan Kurniawan tidak ada di tempat, karena tugas luar dari tanggal 16-17 Desember 2025.
Menyikapi hal ini, perwakilan warga meminta kejelasan kapan bisa diterima. Pihaknya memberikan tenggat waktu hingga tanggal 17 Desember, menunggu kepastian ini.
"Tadi di dalam saya sudah sampaikan dua alternatif. Dengan kerendahan hati saya sampaikan dua pilihan agar disampaikan ke pak Kajari. Pertama, apakah pak Kajari mau menerima perwakilan enam atau tujuh orang, atau (alternatif kedua, red) massa yang akan turun dengan kekuatan dua kali lipat daripada ini. Itu alternatif yang saya sampaikan," ujarnya.
Artayasa menegaskan, massa hanya berharap kejaksaan menjunjung kepastian hukum, keadilan, dan kebenaran atas kasus dugaan korupsi ini. (mer)
Kajari Buleleng akan Temui Jumat
Sementara Kasi Intelijen Kejari Buleleng, I Dewa Gede Baskara Haryasa mengatakan, Kajari Buleleng sedang tidak ada di lokasi. Sehingga yang menerima masyarakat Desa Sudaji adalah perwakilan saja.
"Hari Jumat (19/12), Kajari Buleleng akan sempatkan waktu menemui massa Desa Sudaji. Akan temui langsung," ucapnya singkat. (mer)
| Pasang Guardrail di Jalur Kaliasem-Tigawasa, Upaya Dishub Buleleng Menekan Risiko Kecelakaan |
|
|---|
| Sah! DPRD Buleleng Ketok Perda Pajak–Retribusi, Ketua DPRD: UMKM Jangan Hanya Jadi Objek Pungutan |
|
|---|
| Ekowisata Hutan Desa di Pejarakan Tuai Pro-Kontra, DPRD Buleleng Dorong Toleransi dan Solusi Bersama |
|
|---|
| DEWAN Minta Dinsos Buat Layanan Pengaduan, Tak Ingin Kasus Kekerasan LKSA Terulang |
|
|---|
| Perbaikan Jalan Bisa 10 Tahun, DPRD Buleleng Sentil PUPR: Jangan Tunggu Viral Baru Bergerak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/AKSI-MASSA-Masyarakat-Desa-Sudaji-Kecamatan-Sawan-saat-mendatangi-Kantor-Kejaksaan.jpg)