bisnis
Jelang Akhir Tahun PAD Pajak di Buleleng Tembus 100 Persen Lebih
Di antaranya Pajak Restoran 110,82 persen, Pajak Hotel 104,07 persen, dan pajak Kesenian dan Hiburan 115,25 persen.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Jelang akhir tahun 2025, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari pajak daerah di Kabupaten Buleleng, telah melebihi target. Di mana dari 10 jenis pajak daerah, total realisasinya per 17 Desember telah mencapai 100,66 persen.
Hal ini diungkapkan Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra dalam kegiatan Refleksi Akhir Tahun yang berlangsung di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja pada Kamis (18/12/2025).
Berdasarkan data yang dipaparkan, tiga dari 10 jenis pajak daerah telah melampaui 100 persen. Di antaranya Pajak Restoran 110,82 persen, Pajak Hotel 104,07 persen, dan pajak Kesenian dan Hiburan 115,25 persen. Sementara sisanya berada di kisaran 85 hingga 99 persen.
"Pajak daerah sudah di atas 100 persen. Astungkara, ini memperkuat kemampuan fiskal kita," ucap Sutjidra.
Baca juga: RUPIAH Melemah 4 Hari Beruntun, Simak Penjelasannya!
Baca juga: ANJLOK Okupansi Villa Padahal High Season Akhir Tahun, Sepi Libur Nataru, Marak Penipuan Penyewaan?
Pada kesempatan itu, Pemkab Buleleng juga memberikan penghargaan Pajak Award kepada sejumlah wajib pajak yang telah berkontribusi besar terhadap PAD Buleleng.
Penghargaan ini meliputi beberapa kategori, beberapa di antaranya pembayaran pajak terbesar untuk hotel berbintang, pajak terbesar kategori hotel non bintang, pajak terbesar restoran, dan sebagainya.
"Pajak Award ini adalah bentuk penghargaan atas komitmen dan partisipasi masyarakat. Capaian ini menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan Buleleng ke depan," ujarnya.
Dengan capaian ini, Pemkab Buleleng akan mencoba memaksimalkan sumber pajak lain. Beberapa di antaranya seperti pajak reklame dan air tanah. "Termasuk sumber pajak baru, seperti videotron," ucapnya.
Lebih lanjut dikatakan, capaian pajak ini berdampak langsung pada pelaksanaan pembangunan. Sutjidra menyebut seluruh program prioritas dalam 100 hari kerja pertama telah dituntaskan.
Meliputi revitalisasi infrastruktur jalan, pembagian seragam gratis bagi siswa TK, SD, dan SMP kepada 5.000 lebih siswa, revitalisasi 59 sekolah, penguatan layanan kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dan seni budaya.
Kendati di tahun 2026 Pemkab Buleleng menjadi salah satu daerah, yang kena efisiensi dari pusat, bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan ini menegaskan jika program prioritas tetap berjalan.
Misalnya perbaikan infrastruktur jalan. Pada tahun 2026, pihaknya telah menganggarkan senilai Rp100 miliar untuk perbaikan jalan. Perbaikan dilakukan secara bertahap, mengingat kerusakan jalan mencapai 300 kilometer.
Pada sektor kesehatan, pemerintah daerah berkomitmen menambah armada ambulans dan ke depan akan merevitalisasi gedung RSUD Buleleng guna meningkatkan layanan kepada masyarakat.
| Dirut Utama BSI Beri Bibit Pohon Anthurium Kepada Nasabah di Bali, Ini Pesan yang Disampaikannya! |
|
|---|
| KHAWATIR Pelanggan Kabur, Pedagang Pilih Untung Tipis Usai Harga Plastik Naik! |
|
|---|
| PLN EPI Hadapi Bangun Ekosistem Biomassa agar Lebih Banyak Masuk ke Pembangkit Nasional |
|
|---|
| TARGET Ekspor Kopi 2026 Hanya 360.000 Ton, Simak Alasannya Berikut Ini |
|
|---|
| POLEMIK BBM & Minyak Dunia, Pasar Kendaraan Listrik Tumbuh 25 Persen di Indonesia, Ini Alasannya! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pajak-buleleng-dc.jpg)