Kecelakaan di Buleleng
Insiden Kecelakaan Berujung Orang Hanyut di Buleleng Bali, Polisi Periksa Sopir Avanza
Pukul 16.30 Wita, jasad Made Serina ditemukan di bibir Pantai Lingga, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Satlantas Polres Buleleng telah menindaklanjuti insiden kecelakaan di perempatan ruas jalan Laksamana - Serma Karma yang terjadi pada Senin 12 Januari 2026.
Sopir Avanza telah diperiksa polisi untuk dimintai keterangan ihwal insiden tersebut.
Insiden kecelakaan ini melibatkan pengendara sepeda motor Honda Beat DK 6662 UAL yang dikemudikan Made Serina dengan mobil Avanza DK 1584 UZ, yang dikemudikan oleh Putu Hari Swastika (40).
Kecelakaan terjadi pukul 09.00 Wita, yang mengakibatkan Made Serina terjatuh di gorong-gorong hingga dikabarkan hanyut.
Baca juga: TRAGEDI Kecelakaan Maut Simpang Buluh Indah, Pengendara Truk Kurang Hati-hati Belok Tabrak Pemotor!
Kasatlantas Polres Buleleng, AKP Bachtiar Arifin, mengungkapkan pihak kepolisian sudah meminta keterangan pada sopir Avanza. Hanya saja sopir berusia 40 tahun itu belum ditahan.
Peristiwa ini berawal saat Swastika mengantar rombongan menuju Gedung Wanita Laksmi Graha. Ia datang dari arah barat menuju timur.
Sesampainya di perempatan jalan Laksamana - Serma Karma, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Made Serina datang dari arah selatan dan menerobos lampu lalu lintas. Alhasil kecelakaan tak dapat dihindarkan.
"Pengakuan sopir, saat itu lampu lalu lintas pengendara dari barat sudah hijau. Sedangkan pengendara sepeda motor menerobos lampu merah kemudian menabrak mobil," jelasnya, Selasa 13 Januari 2026.
Akibat peristiwa itu, sepeda motor yang dikemudikan Made Serina terpelanting. Sedangkan pria 59 masuk ke gorong-gorong.
Nahasnya pada saat bersamaan kondisi cuaca di Buleleng sedang hujan lebat, derasnya arus air gorong-gorong membuat pria paruh baya itu hanyut.
"Sopir Avanza sempat meninggalkan lokasi kejadian untuk mengantar penumpang. Kemudian dia kembali lagi untuk mengecek kondisi korban," ucapnya.
Pasca kejadian itu, tim gabungan dari SAR Buleleng, Polres Buleleng, TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Damkar dan Penyelamatan, PMI, Dinas PUTR, Satpol PP hingga pihak Desa segera melakukan pencarian Made Serina.
Tim gabungan menyusuri jalur drainase dari titik lokasi Made Serina jatuh hingga ke Pantai Penimbangan.
Total waktu pencarian saat itu mencapai 7 jam. Hingga pukul 16.30 Wita, jasad Made Serina ditemukan di bibir Pantai Lingga, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng.
AKP Bachtiar belum bisa memastikan apakah Swastika bisa terjerat hukum atau tidak.
Sementara pria asal Banjar Dinas Tengah, Desa Temukus, Kecamatan Banjar itu hanya baru diminta keterangan awal.
"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai potensi hukumnya. Yang jelas hingga saat ini belum ada penetapan tersangka ataupun penahanan terhadap yang bersangkutan," ucap dia. (mer)
Kumpulan Artikel Buleleng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Insiden-Kecelakaan-Berujung-Orang-Hanyut-di-Buleleng-Bali-Polisi-Periksa-Sopir-Avanza.jpg)