Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

Libatkan KPK Hingga Menpan RB, Pimpinan OPD Rakor Tiga Hari di Bali Handara

Ia juga menegaskan, kegiatan ini bukan retret melainkan rapat koordinasi pimpinan OPD yang dirangkaikan dengan bimbingan teknis (Bimtek).

|
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Beri keterangan - Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra. Ia menjelaskan para pimpinan OPD di Pemkab Buleleng akan menggelar rakor selama tiga hari di Bali Handara.  

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di lingkungan Pemkab Buleleng, akan mengikuti rapat koordinasi (rakor) selama tiga hari ke depan. Kegiatan ini berlangsung di Bali Handara Golf & Resort di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada. 

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengatakan kegiatan ini akan dimulai pada Selasa (3/2/2026) hingga Kamis (5/2/2026). Ia juga menegaskan, kegiatan ini bukan retret melainkan rapat koordinasi pimpinan OPD yang dirangkaikan dengan bimbingan teknis (Bimtek). 

Baca juga: Pertanyakan Izin Alih Fungsi Mangrove 82,14 Ha, Pansus TRAP DPRD Bali Sidak ke BTID KEK Serangan 

Baca juga: UJI Coba Dermaga Mertasari Sanur Rencana Pertengahan Februari, Libatkan Pengusaha Fast Boat Lokal

Ada beberapa narasumber yang dilibatkan. Mulai Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). 

"Pada intinya kegiatan ini untuk menyamakan persepsi dan membangun sinergi antar-OPD, agar bisa bekerja sebagai satu tim untuk Pemkab Buleleng. Kegiatan ini diikuti oleh pejabat eselon II dan III," jelasnya, Senin (2/2/2026). 

Selain membangun team work, kegiatan tersebut bertujuan memperbaiki tata kelola pemerintahan dan kualitas pelayanan publik.

Keterlibatan KPK sebagai bagian dari upaya supervisi, koordinasi, dan pencegahan terhadap potensi penyimpangan. Materi yang dibahas mencakup pencegahan korupsi, transparansi, serta akuntabilitas kinerja pemerintahan.

"Rakor berlangsung dengan agenda yang padat. Materi pengadaan barang dan jasa disampaikan oleh BPKP, integritas ASN oleh Menpan RB, pencegahan korupsi oleh KPK, serta penguatan kerja tim oleh motivator," ucapnya. 

Selain itu, pada malam kedua hingga hari ketiga, kegiatan juga melibatkan para istri pejabat. Hal tersebut dilakukan dalam rangka membangun keluarga yang berintegritas.

"Bukan hanya suaminya saja, ibu-ibu juga harus paham. Ini untuk mewujudkan keluarga yang berintegritas," imbuhnya.

Kegiatan berlangsung hingga malam hari, sekitar pukul 21.00 Wita, sehingga peserta menginap di lokasi. Anggaran kegiatan bersumber dari APBD Kabupaten Buleleng, meski besarannya belum dirinci.

Terkait pemilihan lokasi, Sutjidra menyebut Bali Handara dipilih agar anggaran yang dikeluarkan dapat kembali ke daerah melalui pajak. "Paling tidak apa yang kita keluarkan bisa kembali ke daerah lewat pajak," pungkasnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved