Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Imlek di Bali

Etnis Tionghoa Mulai Persiapan Imlek di TITD Seng Hong Bio - Ling Gwan Kiong Buleleng Bali

Pada 16 Februari 2026, agenda kegiatan cukup padat, sebab berlangsung sejak pagi hingga tengah malam.

Tayang:
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Sembahyang - Suasana di TITD Ling Gwan Kiong, Kawasan Pelabuhan Buleleng, Senin 2 Februari 2026. Umat tampak sembahyang serangkaian perayaan ke-6 hari ulang tahun bertahtanya Yang Mulia Toa Kongco Tan Hu Cin Jin ke-153 tahun. Etnis Tionghoa Mulai Persiapan Imlek di TITD Seng Hong Bio - Ling Gwan Kiong Buleleng Bali 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Berbagai persiapan menyambut tahun baru Imlek 2577 Kongzili/2026 masehi di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Seng Hong Bio - Ling Gwan Kiong, kawasan Pelabuhan Buleleng, Bali mulai dilaksanakan. 

Rangkaian kegiatan juga telah disusun, yakni mulai 10 Februari hingga 3 Maret 2026.

Humas TITD Seng Hong Bio - Ling Gwan Kiong, Gunadi Yetial mengungkapkan, rangkaian perayaan Imlek dimulai tanggal 10 Februari pukul 23.00 - 24.00 WITA. Agendanya berupa sembahyang dewa naik.

"Kemudian keesokan harinya pukul 08.00 WITA dilanjutkan dengan pembersihan altar dan rupang Dewa dan Dewi," jelasnya ditemui Senin 2 Februari 2026.

Baca juga: 17 Libur Nasional dan 8 Cuti Bersama di Tahun 2026, Nikmati Long Weekend Saat Tahun Baru Imlek

Kegiatan dilanjutkan pada 16 Februari 2026. Agenda kegiatan cukup padat, sebab berlangsung sejak pagi hingga tengah malam.

Pada pukul 09.00 WITA, dilaksanakan sembahyang tutup tahun atau melepas tahun ular. 

Kemudian mulai pukul 18.00 WITA kegiatan sembahyang bersama oleh umat dan simpatisan.

Pukul 23.59 WITA, kegiatan dilanjutkan dengan sembahyang pergantian tahun menyambut tahun kuda. 

Dan pada 17 Februari 2026, pukul 00.30 WITA, dilakukan Ciam Si atau sembahyang mohon petunjuk atau kondisi umum pada Tuhan Yang Maha Esa di tahun kuda api.

"Pada malam pergantian tahun, kami tetap melaksanakan bunyi-bunyian seperti kembang api pada jam 00.00 WITA. Tetapi tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya," ungkapnya.

Gudani menjelaskan, bunyi-bunyian dan kembang api merupakan ritual menyambut Tahun Baru. 

Secara filosofis ritual ini memiliki makna mengusir roh-roh jahat, agar di tahun baru kekuatan negatif bisa ditekan dan yang positif tumbuh lebih baik.

"Selanjutnya pada 20 Februari 2026, pukul 09.00, agendanya Jie Shen, atau sembahyang menyambut para dewa turun. Dan pada 24 Februari 2026, pukul 23.30 WITA, agendanya sembahyang Tuhan Yang Maha Esa," ungkapnya.

Agenda terakhir yakni pada 3 Maret 2026, berupa perayaan Cap Go Meh. 

Gunadi menyebut pada hari ini akan diadakan pula agenda sembahyang tolak bala (Cisuak) di Klenteng Ling Gwan Kiong, mulai pukul 10.00 - 13.00 WITA.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved