Berita Buleleng
PETAKAN Penyebaran Resiko Wabah, Dinkes Soroti Empat Penyakit Global Jadi Ancaman
Kegiatan ini merupakan upaya pemerintah memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi ancaman penyakit menular.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai memetakan risiko penyebaran empat penyakit infeksi emerging yang berpotensi menjadi wabah.
Empat penyakit ini meliputi COVID-19, flu burung (avian influenza), Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV), dan meningitis meningokokus.
Upaya ini dilakukan melalui pertemuan pemetaan risiko penyakit infeksi emerging (PIE) yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Senin (4/5) kemarin. Kegiatan ini merupakan upaya pemerintah memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi ancaman penyakit menular.
Baca juga: ASTAGA! Harga BBM Non Subsidi Naik Lagi, Pengusaha Bali Berharap Pemerintah Jamin Ketersedian Stok
Baca juga: KASUS Bule Berulah Kian Banyak, Imigrasi Bali Amankan Puluhan WNA Bermasalah, Ini Pelanggarannya!
Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Suardani, mengatakan pemetaan risiko dilakukan secara rutin untuk mengukur kesiapan daerah. Baik dari sisi deteksi dini maupun respons penanganan.
"Setiap tahun kita lakukan penilaian risiko untuk melihat sejauh mana kesiapan dan kapasitas kita. Ini penting agar ketika terjadi kasus, kita tidak lagi dalam kondisi tidak siap seperti saat awal pandemi COVID-19," ujarnya.
Penyusunan pemetaan risiko dilakukan berdasarkan tiga komponen utama. Meliputi ancaman, kerentanan, dan kapasitas. Dari hasil sementara, aspek rencana kontingensi kesehatan masih menjadi salah satu titik yang perlu diperkuat.
"Rencana kontingensi kesehatan harus kita benahi, karena itu menjadi acuan operasional saat kondisi darurat. Tanpa itu, respons tidak akan optimal," katanya.
Selain itu, faktor mobilitas masyarakat juga menjadi perhatian. Misalnya keberangkatan jemaah haji dan umroh yang berpotensi meningkatkan risiko masuknya penyakit dari luar negeri, terutama MERS-CoV dan meningitis meningokokus.
Tahun ini, Kabupaten Buleleng tercatat mengirim sebanyak 109 jemaah haji reguler, belum termasuk jemaah umroh. "Mobilitas jemaah ini menjadi salah satu faktor risiko yang harus diantisipasi bersama," tambahnya.
Dokumen pemetaan risiko tersebut selanjutnya akan diunggah ke sistem Kementerian Kesehatan dan menjadi acuan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menghadapi potensi wabah.
Pemerintah Kabupaten Buleleng menegaskan, penguatan kesiapsiagaan akan difokuskan pada peningkatan kapasitas dan pengurangan kerentanan, agar sistem kesehatan daerah lebih tangguh dan responsif menghadapi ancaman penyakit di masa depan. (mer)
| Empat Penyakit Global Jadi Ancaman, Pemkab Buleleng Petakan Risiko Wabah |
|
|---|
| Pastikan Tak Tambah Anggaran Meski Harga BBM Naik, Simak Keterangan BKAD Buleleng |
|
|---|
| Pemkab Buleleng Kaji Penyesuaian Proyek, Buka Peluang Adendum 10 Persen Imbas Kenaikan BBM |
|
|---|
| TARGET Pertahankan Juara Umum Porprov di Kandang, PTMSI Buleleng Ajak Seluruh Elemen Bersatu |
|
|---|
| BUKA Peluang Ekowisata Basis Komunitas, Rencana Konservasi Tukik Banyuasri, Agenda Paruman Desa Adat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Suasana-pertemuan-pemetaan-risiko-penyakit-infeksi-emerging-PIE-Senin-45.jpg)