Berita Buleleng
Kebutuhan Anggaran Rp50-75 Miliar, Pembangunan RS Tipe D di Buleleng Timur Ditargetkan Pada 2027
Sedangkan kisaran anggaran Rp50 miliar hingga Rp75 miliar diperkirakan lengkap sampai dengan sarana dan prasarana penunjang.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Pembangunan rumah sakit tipe D akan segera terealisasi. Fasilitas kesehatan ini rencananya akan dibangun pada tahun 2027.
Rencana pembangunan rumah sakit tipe D merupakan salah satu janji kampanye pasangan Nyoman Sutjidra-Gede Supriatna saat pilkada 2024 lalu. Pembangunan direncanakan di dua lokasi, yakni Buleleng Timur dan Buleleng Barat.
Pada kegiatan pembagian seragam pecalang di Setra Desa Adat Buleleng Sabtu (7/2), rencana pembangunan fasilitas kesehatan tipe D ini sempat dipaparkan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster. Di mana pembangunan direncanakan di Buleleng Timur, tepatnya Desa Pancung, Kecamatan Tejakula.
Baca juga: Disdikpora Tunggu Regulasi Resmi dan Penegasan, Terkait Pembelajaran Selama Bulan Ramadan 2026
Baca juga: DISTAN Manfaatkan Bangunan PWRI, Sejumlah OPD di Buleleng Lakukan Penyesuaian Pasca Restrukturisasi
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, membenarkan ihwal rencana tersebut. Walaupun merupakan janji kampanye Bupati, namun pembiayaan rencana tersebut melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali.
Sedangkan Pemkab Buleleng fokus pada pembuatan Detail Engineering Design (DED). "Diharapkan tahun 2027 sudah mulai pembangunan," ucapnya dikonfirmasi Senin (9/2).
Pembangunan RS tipe D, diutamakan di wilayah Buleleng Timur, tepatnya Desa Pancung, Kecamatan Tejakula. Alasannya karena akses menuju fasilitas kesehatan cukup jauh. Selain itu jumlah penduduk juga menjadi pertimbangan pembangunan.
Kebutuhan anggaran pembangunan RS tipe D berkisar antara Rp50 miliar hingga Rp75 miliar. Nominal tersebut mengacu pada pembangunan RS tipe D Tangguwisia di Kecamatan Seririt pada 2025-2016 silam. Di mana anggarannya berkisar Rp45 miliar hingga Rp55 miliar untuk pembangunan gedung saja.
"Kalau membangun rumah sakit tipe D dengan 50 tempat tidur kebutuhannya (anggaran) berkisar sekian lah. Tapi kita lihat nanti DED-nya. Kita belum tahu ini (berapa) harga yang berlaku. Ini kan rumah sakit Tangguwisia sudah 10 tahun, pasti akan terjadi perubahan harga," ujarnya.
Sedangkan kisaran anggaran Rp50 miliar hingga Rp75 miliar diperkirakan lengkap sampai dengan sarana dan prasarana penunjang.
Rumah sakit di Desa Pancung merupakan pembangunan baru. Lahan pembangunan diakui sudah tersedia, memanfaatkan lahan Desa Adat Bangkah.
"Ini kan sebetulnya sudah dihibahkan ke pemerintah. Setelah dihibahkan baru boleh dibangun kan gitu. Supaya tidak ada masalah di kemudian hari," terang Bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan ini.
Sedangkan untuk pembangunan RS tipe D di Buleleng Barat, rencananya akan dibangun di wilayah Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak.
Namun Sutjidra belum bisa memastikan kapan waktu pembangunannya. "Astungkara sebelum masa jabatan berakhir sudah jadi," tandasnya. (mer)
| ANTREAN Haji Capai 28 Tahun, Hampir 2.000 Calon Jamaah Haji Masih Menunggu |
|
|---|
| PENGIRIMAN April Melonjak 9.870 Ekor, Permintaan Naik, Harga Sapi Peternak di Buleleng Tetap Murah |
|
|---|
| Tebas Front Office Resort di Buleleng, Bule Inggris Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara |
|
|---|
| Pemkab Buleleng Siapkan 12 Paket Pelatihan untuk Dorong Kemandirian Ekonomi |
|
|---|
| BONGKAR Satu Titik Telan Rp15 Juta, Satpol PP Buleleng Bongkar 11 Billboard Reklame Melanggar Titik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ia-mengatakan-pembangunan-RS-Tipe-D-di-Buleleng-Timur-direncakan-mulai-pada-tahun-2027.jpg)