Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kebakaran di Buleleng

LUDES Warung Nasi Rasmini Terbakar di Sangsit Buleleng, Tidak Ada Korban Jiwa 

Tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini. Sebab kondisi warung sedang kosong, karena ditinggal pemiliknya sembahyang. 

Tribun Bali/ISTIMEWA
PEMADAMAN - Damkar Buleleng saat berupaya memadamkan kebakaran di warung nasi Rasmini di Banjar Dinas Peken, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng, Rabu (18/2). 

TRIBUN-BALI.COM - Peristiwa kebakaran melanda sebuah warung nasi yang berlokasi di Banjar Dinas Peken, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. 

Tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini. Sebab kondisi warung sedang kosong, karena ditinggal pemiliknya sembahyang. 

Kapolsek Sawan, AKP Kadek Robin Yohana, mengungkapkan peristiwa ini terjadi pada Rabu (18/2) sekitar pukul 12.00 Wita. Warung tersebut milik Ketut Tambun Jaya yang disewa selama setahun oleh Komang Rasmini (55). 

Lanjut diungkapkan, peristiwa kebakaran pertama kali diketahui oleh I Made Swartika, yang rumahnya bersebelahan dengan warung. “Saksi melihat warung korban sudah dilalap api, kemudian segera memberitahu korban,” jelasnya. 

Baca juga: ASTUNGKARA Ayah dan Anak Selamat dari Maut, Usai Sepeda Motor Terjun ke Jurang di Kintamani Bali

Baca juga: SISWA Dapat Paket Makanan Kering, Dapur MBG di Buleleng Tetap Ngebul Selama Ramadhan


GARIS POLISI - Anggota Polsek Sawan saat memasang garis polisi di TKP pasca kebakaran yang terjadi di warung nasi Rasmini, di Banjar Dinas Peken, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng, Rabu (18/2).
GARIS POLISI - Anggota Polsek Sawan saat memasang garis polisi di TKP pasca kebakaran yang terjadi di warung nasi Rasmini, di Banjar Dinas Peken, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng, Rabu (18/2). (ISTIMEWA )


Tak berselang lama Rasmini bersama anaknya datang ke warung. Namun kobaran api sudah semakin membesar dan melahap bangunan. Beruntung warga sudah berinisiatif menghubungi tim pemadam kebakaran.

“Beberapa saat kemudian dua unit mobil damkar tiba di lokasi kejadian dan segera melakukan upaya pemadaman,” ucapnya. 

Berdasarkan keterangan Rasmini, ia melakukan aktivitas terakhir di warung sekitar pukul 11.00 Wita. Rasmini kemudian menutup warung dan pulang ke rumah, sebab ia akan melaksanakan sembahyang bersama keluarga.

Akibat peristiwa ini sejumlah barang berharga lenyap terbakar. Mulai dari barang elektronik berupa empat unit ponsel, kulkas, kipas, hingga televisi. Selain itu tiga kompor gas, lima tabung gas, kasur dan dokumen penting lainnya juga terbakar.  

“Diperkirakan total kerugian mencapai Rp 80 juta. Sedangkan penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan,” tandasnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved