Penebasan di Buleleng
Nyepi Mencekam di Buleleng Bali, Komang Agus Tebas Sastrawan Gunakan Samurai
insiden bermula saat Sastrawan menghubungi Komang Agus melalui pesan WhatsApp untuk mengajak minum minuman keras.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Nyepi yang harusnya sunyi mendadak berubah jadi peristiwa mencekam di Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali pada Kamis 19 Maret 2026.
Menyusul seorang pria dinaikkan ke mobil bak terbuka akibat mengalami tebasan di bagian punggung bawah.
Informasinya, peristiwa mencekam ini berawal dari pesta minuman keras oleh sekelompok warga sekitar pukul 15.00 WITA, hingga kemudian berujung pertengkaran dan penganiayaan.
Korban diketahui bernama Kadek Sastrawan, sedangkan terduga pelaku bernama Komang Agus Sudiartawan.
Baca juga: BATAL Putusan Bebas Suarjana, Terdakwa Kasus Penganiayaan Berujung Penebasan Divonis 3 Tahun Penjara
Keduanya merupakan warga di Banjar Dinas Kajanan, Desa Joanyar.
Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut.
Berdasarkan kronologis kejadian, insiden bermula saat Sastrawan menghubungi Komang Agus melalui pesan WhatsApp untuk mengajak minum minuman keras.
Ajakan tersebut disambut oleh Komang Agus dengan mendatangi rumah Sastrawan.
"Sekitar pukul 09.30 Wita, terlapor datang ke rumah korban dan minum bersama dua saksi, yakni Putu Kawit (60) dan Komang Supanca (50), serta sejumlah rekan lainnya," ujarnya seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, Jumat 20 Maret 2026.
Dalam suasana berkumpul itu, Sastrawan disebut sempat menyinggung Komang Agus hingga membuat suasana memanas.
Orang-orang yang berada di lokasi berusaha menenangkan keadaan dan meminta agar persoalan tidak diperpanjang.
Ketegangan berlanjut ketika Komang Agus mendatangi Sastrawan untuk menanyakan maksud ucapan yang dianggap menyinggung dirinya. Cekcok pun tak terhindarkan.
Warga sekitar berupaya melerai dan meminta Komang Agus agar pulang.
Namun karena masih emosi, Sastrawan justru melempar kursi ke arah Komang Agus, walaupun tidak mengenainya.
Pria 43 tahun itu bahkan mengambil botol bir dan mengancam akan membunuh Komang Agus.
"Terlapor kemudian berlari pulang ke rumahnya. Tidak lama berselang, ia kembali dengan membawa pedang samurai dan langsung menebas korban satu kali hingga mengenai bagian punggung," ungkapnya.
Salah satu warga bernama Putu Sugiana segera melerai aksi pemuda 28 tahun itu.
Sementara warga lainnya berupaya membantu Sastrawan ke RSUD Kabupaten Buleleng untuk mendapatkan perawatan medis.
"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek terbuka pada bagian punggung," ucapnya.
Pihak kepolisian yang mendapat laporan penganiayaan segera mendatangi lokasi kejadian.
Komang Agus beserta barang bukti berupa sebilah pedang samurai juga telah diamankan oleh Polsek Seririt.
"Kasus ini sedang ditangani lebih lanjut oleh Polsek Seririt," tandasnya. (mer)
Kumpulan Artikel Buleleng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Nyepi-Mencekam-di-Buleleng-Bali-Komang-Agus-Tebas-Sastrawan-Gunakan-Samurai.jpg)