Berita Buleleng
Genjot Kemandirian Pangan, Pemkab Buleleng Salurkan Traktor ke Subak dan Bangun Irigasi
Genjot Kemandirian Pangan, Pemkab Buleleng Salurkan Traktor ke Subak dan Bangun Irigasi
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pemerintah Kabupaten Buleleng menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor kepada lima kelompok subak, sekaligus mengalokasikan anggaran Rp1 miliar untuk perbaikan jaringan irigasi tersier. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, di Kantor Bupati Buleleng, Jumat (17/4/2026).
Selain bantuan traktor, Pemkab Buleleng juga menyiapkan program pemeliharaan irigasi tersier di 10 titik, dengan anggaran Rp100 juta per lokasi. Sutjidra mengatakan, perbaikan irigasi menjadi salah satu fokus utama karena masih menjadi kendala dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Buleleng.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 12 Semester 2 Kurikulum Merdeka Halaman 166 167 168, Activity 3
"Dengan terpenuhinya kebutuhan air, diharapkan produksi dari masing-masing subak sawah dapat meningkat sehingga target kemandirian pangan bisa tercapai," ujarnya.
Ia menambahkan, pada tahun ini pemerintah daerah juga menargetkan rehabilitasi sekitar 40 saluran irigasi untuk memastikan distribusi air ke lahan pertanian berjalan optimal.
Baca juga: LEDAKAN Keras Kagetkan Warga, Trotoar Depan SPBU Darmasaba Tiba-tiba Meledak, Ini Penyebabnya!
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Buleleng, Gede Melandrat, menyebut masih ada sekitar 15 persen potensi produksi pertanian yang belum tercapai. Kondisi tersebut dipengaruhi keterbatasan tenaga kerja serta kerusakan jaringan irigasi di sejumlah wilayah.
"Dengan adanya bantuan mekanisasi dan perbaikan irigasi ini, diharapkan kendala tersebut bisa diatasi sehingga produksi pertanian meningkat," katanya.
Pemkab Buleleng juga memberikan insentif berupa keringanan pajak hingga 90 persen bagi lahan yang masuk Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) guna menekan alih fungsi lahan.
Di sisi lain, petani penerima bantuan mengaku terbantu dengan adanya tambahan alat pertanian, terutama dalam menekan biaya pengolahan lahan.
"Selama ini kami sudah menggunakan traktor, tapi jumlahnya terbatas. Dengan bantuan ini, biaya bisa ditekan dan hasil pertanian diharapkan meningkat," ujar Made Arina dari Subak Anyar Petemon.
Adapun lima subak penerima bantuan traktor yakni Subak Yeh Lembu di Desa Bungkulan, Subak Menagung di Desa Kayuputih, Subak Rangdu dan Subak Anyar Petemon di Kecamatan Seririt, serta Subak Bengkel di Kecamatan Busungbiu.
Perbaikan irigasi dilakukan dengan peningkatan saluran dari tanah menjadi konstruksi permanen serta rehabilitasi jaringan yang rusak, melibatkan kelompok subak melalui pola padat karya. (mer)
| Empat Penyakit Global Jadi Ancaman, Pemkab Buleleng Petakan Risiko Wabah |
|
|---|
| Pastikan Tak Tambah Anggaran Meski Harga BBM Naik, Simak Keterangan BKAD Buleleng |
|
|---|
| Pemkab Buleleng Kaji Penyesuaian Proyek, Buka Peluang Adendum 10 Persen Imbas Kenaikan BBM |
|
|---|
| TARGET Pertahankan Juara Umum Porprov di Kandang, PTMSI Buleleng Ajak Seluruh Elemen Bersatu |
|
|---|
| BUKA Peluang Ekowisata Basis Komunitas, Rencana Konservasi Tukik Banyuasri, Agenda Paruman Desa Adat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Bupati-Buleleng-I-Nyoman-Sutjidra-saat-menyerahkan-bantuan-traktor-dan-perbaikan-jaringan-irigasi.jpg)