penemuan bayi di Buleleng
Tragis, Bayi Perempuan Dikubur Diam-Diam oleh Pasangan Remaja di Buleleng, Jasad Tak Utuh
Masyarakat di Banjar Dinas Sema, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, digegerkan dengan penemuan jasad bayi perempuan
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Masyarakat di Banjar Dinas Sema, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, digegerkan dengan penemuan jasad bayi perempuan pada Sabtu (9/5/2026) sore.
Jasad bayi tersebut ditemukan di sebelah selatan Pura Surelepang oleh seorang bocah SD yang sedang bermain layangan di sekitar lokasi.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, membenarkan adanya penemuan tersebut. Ia menjelaskan, jasad bayi ditemukan oleh Putu Mahendra, siswa kelas VI SD, sekitar pukul 17.30 Wita.
Baca juga: BULE Ulah Pati di Kerobokan! Jasad Tergantung Dalam Vila, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan
“Saksi yang saat itu sedang bermain layang-layang di sekitar lokasi kejadian melihat seekor anjing mengendus sesuatu. Ketika didekati, saksi melihat jenazah orok yang sudah berbentuk bayi,” jelasnya seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, Minggu (10/5/2026).
Setelah mengetahui adanya jasad bayi, Mahendra segera memberitahu warga sekitar.
Warga kemudian berdatangan ke lokasi untuk memastikan informasi tersebut dan mendapati bayi perempuan itu sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Baca juga: Warga Temukan Seekor Elang Tikus dan Bayi Lutung Jawa, BKSDA Bali Langsung Evakuasi
Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada kepala dusun setempat dan Polsek Sawan.
Menindaklanjuti laporan warga, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pengamatan awal, polisi menduga jasad bayi telah berpindah sekitar enam meter dari posisi semula. Saat ditemukan, kondisi jenazah juga sudah tidak utuh.
Iptu Yohana mengungkapkan, bayi tersebut tidak memiliki kaki kiri dan bagian lehernya juga dalam kondisi rusak.
Polisi menduga kondisi tersebut akibat gigitan atau dimakan anjing liar.
“Selain itu, jenazah tersebut juga sudah mengeluarkan bau yang tidak sedap,” ujarnya.
Sementara itu, pihak kepolisian kini telah mengantongi identitas pelaku pembuangan bayi tersebut.
Pelaku diketahui merupakan sepasang kekasih yang masih berstatus pelajar SMA.
Kapolsek Sawan, AKP Kadek Robin Yohana, mengungkapkan kedua pelaku berinisial Luh MP dan Kadek AP.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Polisi-bersama-tim-medis-saat-melakukan-pemeriksaan-jasad-bayi1.jpg)