Politik di Bali
AKLAMASI, Oka Mahendra Nahkodai Golkar Denpasar
Oka Mahendra terpilih secara aklamasi setelah menjadi satu-satunya calon yang diusulkan seluruh pemegang hak suara.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM – Putu Oka Mahendra resmi menjadi Ketua DPD II Partai Golkar Denpasar periode 2025–2030. Hal ini berdasarkan hasil Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kota Denpasar yang digelar di pada Minggu (12/10).
Oka Mahendra terpilih secara aklamasi setelah menjadi satu-satunya calon yang diusulkan seluruh pemegang hak suara. Sedangkan, Ketua DPD II sebelumnya, Wayan Mariyana Wandhira tak mencalonkan diri setelah menjabat selama tiga periode.
Sidang pleno yang dipimpin I Putu Yuda Suparsana dari DPD I Golkar Bali berjalan cepat dan efisien. Dimulai pukul 13.30 Wita, pleno berakhir dengan penetapan ketua pada pukul 14.21 Wita.
Sebanyak 9 suara sah yang terdiri atas perwakilan DPD I Golkar Bali, DPD II Golkar Denpasar, Dewan Pertimbangan, 4 pimpinan kecamatan (Denpasar Timur, Selatan, Barat, dan Utara), organisasi sayap (AMPG dan KPPG), serta organisasi pendiri (SOKSI, MKGR, dan Kosgoro), secara bulat memberikan dukungan kepada Oka Mahendra.
Baca juga: ANCAM Duduki Gerbang Masuk GWK, Jika Manajemen Tidak Bongkar Semua Pagar Tembok! Ini 10 Poin Penting
Baca juga: KORBAN Ditanya Soal Pencegatan Mobil Jeep di Medsos, Berujung Pertemuan & Perkelahian Maut di Bangli
Melalui keputusan bersama tersebut, sidang menetapkan Putu Oka Mahendra sebagai ketua terpilih. Secara bersamaan juga diputuskan struktur inti kepengurusan, yakni Wayan Mariyana Wandhira sebagai Ketua Dewan Pertimbangan, Wayan Dwaja sebagai Sekretaris, dan Wayan Suwirya sebagai Bendahara DPD II Golkar Denpasar.
Dalam pidato perdananya, Oka Mahendra mengungkapkan rasa syukur sekaligus apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh jajaran kader di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan. Ia menegaskan komitmennya menjaga eksistensi Partai Golkar serta memperkuat perannya dalam pembangunan Kota Denpasar.
“Visi kami sederhana namun tegas, yakni bagaimana Partai Golkar tetap menjadi bagian dari solusi dalam membangun Denpasar, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun infrastruktur,” ujarnya.
Ia menambahkan, fokus utama kepemimpinannya adalah memperkuat kaderisasi hingga ke akar rumput. Oka menargetkan panji-panji Golkar dapat berkibar di seluruh wilayah Denpasar, mulai dari 4 kecamatan, 43 desa dan kelurahan, hingga 403 banjar.
“Kami ingin kehadiran Golkar benar-benar dirasakan masyarakat, tidak hanya di masa pemilu, tetapi dalam keseharian mereka,” tambahnya.
Terkait penyusunan formasi pengurus baru, Oka Mahendra menyebut telah diberikan waktu maksimal dua minggu pasca pelantikan untuk menyelesaikan struktur organisasi. “Namun bila memungkinkan, kami akan percepat. Mudah-mudahan bisa rampung dalam sepekan,” ujarnya optimistis.
Menanggapi isu rotasi jabatan di legislatif pasca Musda, Oka menegaskan bahwa kepemimpinan di partai tidak otomatis memengaruhi posisi di DPRD. “Di Golkar, kami menjunjung tinggi etika dan mekanisme organisasi. Semua keputusan diambil dengan musyawarah dan tata karma,” tandasnya.
Sementara Ketua DPD I Golkar Bali, Gede Sumarjaya Linggih alias Demer, dalam arahannya menegaskan pentingnya sinergi antara Golkar dan pemerintah daerah. Ia mengingatkan agar kader Golkar tidak mengambil posisi oposisi, sebab hal itu justru berpotensi menghambat jalannya pembangunan.
“Siapapun yang memimpin harus terus berkoordinasi dengan pemerintah. Jangan beroposisi hanya demi terlihat kritis, karena yang terpenting adalah bagaimana kita bisa memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” pesan Demer.
Ia juga mendorong seluruh pengurus dan anggota Fraksi Golkar di DPRD Denpasar untuk menjadi mitra strategis pemerintah dengan memberikan kritik yang objektif, membangun, dan solutif.
Selain memperkuat kaderisasi, Demer juga menekankan pentingnya pengelolaan administrasi dan keuangan partai secara transparan, khususnya terkait kerja sama dengan Kesbangpol.
Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, berharap Musda XI menjadi momentum kebangkitan semangat baru bagi Partai Golkar. Ia menilai keberadaan partai politik memiliki peran penting dalam mendukung arah pembangunan kota.
“Semoga Musda ini menjadi titik tolak bagi Golkar untuk semakin berkontribusi nyata dalam membangun Denpasar yang berdaya saing, berbudaya, dan berpijak pada semangat Vasudhaiva Kutumbakam atau menyama beraya,” ujarnya. (sup)
| KOSTER Minta Kader PDIP Berperan Turunkan Angka Kemiskinan, Klungkung Ditarget 16 Kursi DPRD |
|
|---|
| 'TIDAK Boleh Sontoloyo' Pesan Koster Saat Hadiri Pengukuhan Kader PDIP di Gianyar, Ini Katanya |
|
|---|
| 4.571 Pengurus PDIP hingga Tingkat Dusun Buleleng Dikukuhkan, Koster Bicara Agenda Politik ke Depan! |
|
|---|
| KOSTER Minta Semua Bekerja untuk Rakyat, 3.535 PAC hingga Anak Ranting PDIP Badung Dikukuhkan |
|
|---|
| PASEK Suardika Kembali Nahkodai PKN, Anas Urbaningrum Mengundurkan Diri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pelaksanaan-Musyawarah-Daerah-Musda-XI-Partai-Golkar-12.jpg)