Berita Denpasar
Ketua PHDI Bali Sebut Polemik Nyepi Cermin Cinta Tradisi, Ingatkan Makna Tahun Kuda Api
PHDI Provinsi Bali menggelar seminar bertajuk Pramanam Eva Paddhatih (Ritual Berdasarkan Ajaran Pustaka Suci).
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ia menegaskan bahwa tatanan pelaksanaan Tawur pada Tilem dan Nyepi pada Pinanggal Apisan bukanlah produk keputusan kemarin sore, melainkan didasarkan pada keputusan tafsir tahun 1983 yang telah dijalankan selama puluhan tahun.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bali, I Gusti Made Sunarta, yang turut hadir, menyerukan pentingnya persatuan.
Menanggapi wacana yang simpang siur, Sunarta mengajak semua pihak untuk duduk bersama dan berdiskusi dengan kepala dingin.
"Tujuannya menyatukan, agar umat Hindu bersatu di Bali. Setiap permasalahan harus dikaji melalui empat hal,.pertama sejarah, kedua kajian mendalam, ketiga estetika, dan keempat tatwa atau sumber sastra," jelas Sunarta.
Melalui seminar ini, diharapkan umat Hindu dapat lebih mendalami makna dari setiap jengkal tradisi adat yang dijalankan, serta menjadikannya momentum untuk memperkuat persatuan di tengah tantangan zaman. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pelaksanaan-seminar-bertajuk-Pramanam-Eva-Paddhatih-145.jpg)