Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Nyepi Di Bali

PUTUSKAN Tegak Nyepi dan Tawur Kasanga! PHDI Bali Gelar Seminar dan Pasamuhan Madya Atasi Ini

Kenak juga menegaskan perubahan tegak Nyepi memerlukan kajian mendalam dan tidak dapat dilakukan secara mendadak.

Tayang:
Istimewa
Ketua PHDI Bali, I Nyoman Kenak. 

TRIBUN-BALI.COM - Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali akan memutuskan tegak Nyepi dan Tawur Kasanga Jumat (9/1). Hal ini akan dirangkaikan dengan pelaksanaan seminar dan Pasamuhan Madya PHDI Bali.

Ketua PHDI Bali, I Nyoman Kenak memaparkan, acara ini akan digelar di Kantor PHDI Provinsi Bali di Jalan Ratna, Denpasar.  

Kegiatan ini untuk mengkaji secara mendalam wacana tersebut dari berbagai sudut pandang keagamaan dan wariga.

Kenak mengatakan, kewenangan untuk menggeser Hari Raya Nyepi sepenuhnya berada di tingkat pusat, yakni PHDI Pusat bersama Kementerian Agama (Kemenag). “Tidak mungkin perayaan Nyepi tahun ini digeser.

Baca juga: APA Itu Super Flu? Dinkes Badung Minta Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat Walau Belum Ada Kasus!

Baca juga: ATENSI PHDI Bali, Besok Gelar Seminar dan Pasamuhan Madya, Putuskan Tegak Nyepi & Tawur Kasanga!

Kalender Hari Raya Hindu sudah ditetapkan dan diturunkan sejak satu tahun lalu. Perubahan Hari Nyepi bukan kewenangan daerah, melainkan PHDI Pusat dan Kementerian Agama,” ujar Kenak, Kamis (8/1).

Dirinya juga banyak menerima telepon dari umat Hindu di luar Bali terkait wacana pergeseran tegak Nyepi. Karena menurutnya umat Hindu tidak hanya berada di Bali, sehingga penetapan Hari Raya Nyepi bersifat nasional.

Kenak juga menegaskan perubahan tegak Nyepi memerlukan kajian mendalam dan tidak dapat dilakukan secara mendadak.

Meski demikian, Kenak menilai munculnya gagasan pergeseran Nyepi justru menjadi pembelajaran bagi umat Hindu. Riuhnya diskusi di tengah masyarakat dinilai membawa hikmah positif dan juga untuk instrospeksi diri.

“Jadi semua membaca sastra, berargumen sesuai sastra. Wacana itu bagus, sebagai bentuk instrospeksi diri. Kami juga mengajak umat Hindu untuk tidak saling menyalahkan,” paparnya.

Dalam seminar yang akan dimulai pukul 09.00 Wita ini akan menggali pandangan para ahli, penekun lontar, wariga, serta sulinggih. Setelah seminar baru dilanjutkan Pasamuhan Madya untuk menentukan sikap resmi PHDI Bali.

Khusus untuk seminar dihadirkan narasumber yakni I Made Suatjana (ahli wariga), Sugi Lanus (pemerhati lontar), Dr. Made Gama Sandi Untara, S.Fil., M.Ag (akademisi), serta Ida Pedanda dari Batuaji.

Hasil dari seminar dan Pesamuan Madya ini nantinya akan menjadi dasar sikap resmi PHDI Provinsi Bali dalam menyikapi isu pergeseran Hari Raya Nyepi

Dalam kegiatan ini, juga diundang perwakilan pemerintah hingga DPRD. “Setelah ini, kemungkinan akan dilanjutkan juga pembahasannya di PHDI Pusat,” paparnya. (sup)

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved