Berita Denpasar
Tahun 2026 Denpasar Anggarkan 40 Unit Bantuan Bedah Rumah, Rp 100 Juta per Unit
Tahun 2026 Denpasar Anggarkan 40 Unit Bantuan Bedah Rumah, Rp 100 Juta per Unit
Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Di tahun 2026 ini, Pemkot Denpasar akan kembali melakukan program bedah rumah atau perbaikan rumah tidak layak huni.
Di tahun ini, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Denpasar menyiapkan anggaran untuk perbaikan 40 unit.
Jumlah ini dirancang untuk APBD induk maupun perubahan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, I Gede Cipta Sudewa Atmaja, Senin, 19 Januari 2026.
Baca juga: PHRI Klungkung Dorong Pariwisata Berkualitas, Pemkab Targetkan Seluruh Akomodasi Berizin
Jumlah unit bedah rumah ini ditetapkan berdasarkan verifikasi lapangan.
"Sebelumnya kami telah melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan bahwa penerima sesuai dengan ketentuan," paparnya.
Baca juga: Kasus Kakanwil BPN Bali, GPS Bongkar Fakta Baru, Surat Tahun 1985 Diduga Ada Pemalsuan
Cipta Sudewa menambahkan, untuk anggaran per unit masing-masing Rp 100 juta.
Dan anggaran ini sudah termasuk DED (Detailed Engineering Design) serta pengawasan.
Dengan anggaran per unit Rp 100 juta, maka pihaknya menyiapkan Rp 4.000.000.000 untuk 40 unit rumah tersebut.
Cipta Sudewa menambahkan, pembangunan juga mengedepankan style Bali sebagai identitas budaya dalam bangunan di Bali.
Hal ini terbukti dengan tetap digunakannya ornamen Bali seperti ikuh celedu dan bentala pada bangunan atap.
Untuk penerima bantuan ini mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk selanjutnya di verifikasi oleh Tim dan dianggarkan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan terkait pengerjaan fisik.
“Tentunya kami berharap Program bedah rumah/ Perbaikan RTLH akan terus memberikan manfaat sebagai progran pro rakyat dalam menyediakan rumah layak huni, mudah-mudahan segala upaya untuk memenuhi kebutuhan perumahan berkelanjutan yang layak bagi masyarakat dapat dioptimalkan,” harapnya.
Sebelumnya, di tahun 2025 lalu, Pemkot Denpasar telah menyerahkan 40 unit bantuan bedah rumah atau bantuan kepada warga kurang mampu.
Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan, program bedah rumah ini rutin dilakukan untuk membantu masyarakat miskin untuk memperoleh hunian yang lebih layak.
Selain itu, hal ini juga untuk mendorong peningkatan taraf hidup.
Setiap unit rumah dibangun minimal memiliki dua kamar.
Hal ini dirancang agar warga dapat memanfaatkan salah satu kamar sebagai ruang kontrakan.
Menurutnya, jika dikontrakan, rumah seperti ini bisa mendapat sekitar Rp 700–800 ribu per bulan.
"Itu bisa menjadi tambahan pemasukan bagi warga miskin. Harapan kami, hal ini dapat mengangkat derajat mereka secara tidak langsung," kata Jaya Negara. (*)
| TEWAS Pemuda NTT Tertimpa Pohon Kapuk Saat Berkendara di Jalan Toyaning Ungasan, Ini Kronologinya! |
|
|---|
| Serangan Board Riders Challenge 2026 Kembali Digelar, Diikuti Ratusan Peserta |
|
|---|
| Kadek Dodi Kaget Dengar Ledakan Beruntun, Viral Suara Ledakan dari Sampah yang Dibakar di Ubung Kaja |
|
|---|
| Pengoperasian Shuttle Bus di Sanur Kurangi Parkir Liar, Tersedia Langganan Bulanan dan Subsidi |
|
|---|
| SHUTTLE Bus Kurangi Parkir Liar! Tersedia Skema Langganan Bulanan dan Subsidi Bagi Warga Intaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Penyerahan-bantuan-bedah-rumah-di-tahun-2025-lalu.jpg)