Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

NEKAT Kabur ke Bali, Ditemukan Polisi di atas Kapal Nelayan Benoa, Iklasul Tergiur Loker ABK di FB!

Setelah dilakukan pelacakan intensif, Iklasul ditemukan sedang berada di atas kapal milik PT. Bandar Nelayan yang tengah bersandar di Pelabuhan Benoa

Tayang:
Tribun Bali/Istimewa/Polresta Denpasar 
DIAMANKAN - Seorang remaja asal Bogor yang dilaaporkan hilang ditemukan di atas kapal nelayan di Pelabuhan Benoa dan siang ini dijemput keluarga, Jumat (30/1). 

TRIBUN-BALI.COM – Remaja asal Gunung Putri, Bogor yang dilaporkan hilang oleh keluarganya berhasil ditemukan di Bali.

Anak bernama Mochammad Iklasul Amal Ehran (18) itu nekat kabur dari rumah demi mengejar tawaran pekerjaan sebagai Anak Buah Kapal (ABK) yang ia temukan di media sosial Facebook.

Setelah dilakukan pelacakan intensif, Iklasul ditemukan sedang berada di atas kapal milik PT. Bandar Nelayan yang tengah bersandar di Pelabuhan Benoa, Kamis (29/1) kemarin.

Kanit Reskrim Polsek Benoa, Iptu I Gusti Kade Arimbawa, S.H., M.H menyampaikan, penemuan ini bermula dari koordinasi antara Polres Bogor dengan Polsek Benoa. 

Baca juga: DEBAT Pasal di Praperadilan Made Daging dengan Polda Bali, GPS Soroti Penggunaan Pasal 421 KUHP Lama

Baca juga: ISTRI Pak Oles Dilantik Jadi Anggota Komisi III DPRD Bali, Siap Lanjutkan PR Almarhum Jro Ray Yusha

Berdasarkan Surat Keterangan Orang Hilang (SKOH) yang terbit pada 28 Januari 2026, polisi melakukan pelacakan posisi korban yang terdeteksi berada di kawasan pelabuhan.

Polsek Benoa langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pihak Syahbandar. Namun, nama remaja tersebut tidak ditemukan dalam manifes resmi ABK.

"Kami melakukan penyelidikan mendalam hingga akhirnya menemukan anak tersebut berada di atas kapal nelayan. Kami segera mengamankannya ke Mako Polsek untuk memastikan keadaannya," ujar Iptu Arimbawa, Jumat (30/1).

Setelah dilakukan pemeriksaan, terungkap bahwa Iklasul nekat menempuh perjalanan jauh dari Bogor ke Bali karena tergiur iklan lowongan kerja di Facebook. Ia sempat berkomunikasi intens dengan seseorang yang mengaku sebagai perekrut ABK.

Meski sempat dikhawatirkan menjadi korban sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), polisi memastikan tidak ada indikasi ke arah sana setelah melakukan pemeriksaan intensif. Namun, kasus ini menjadi pengingat keras akan bahaya rekrutmen ilegal.

Pada Jumat (30/1) kemarin, suasana haru menyelimuti Mako Polsek Benoa saat pihak keluarga tiba dari Bogor untuk menjemput Iklasul, keluarga kembali bertemu dengan putra mereka dalam kondisi sehat.

Kapolsek Benoa, AKP Muhammad Said Husen mengingatkan masyarakat agar kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi para orang tua.

"Kami berharap kasus seperti ini tidak terulang kembali. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap modus perekrutan pekerja ilegal melalui media sosial, apalagi yang menjanjikan gaji besar tanpa prosedur jelas," ujar AKP Said Husen. (ian)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved