Seputar Bali
3 Aksi Pencurian Velg dan Ban Mobil di Bali, Mulai dari Tabanan hingga Bandara, Ada Apa dengan Bali?
Tahun 2026 baru berjalan 2 bulan tapi aksi pencurian velg dan ban mobil makin bermunculan bahkan di tempat yang terkenal aman.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ngurah Adi Kusuma
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Tahun 2026 baru berjalan 2 bulan tapi aksi pencurian velg dan ban mobil makin bermunculan bahkan di tempat yang terkenal aman.
Terbaru, pencurian ban mobil dan velg terjadi di Tabanan usai pelaku berhasil mencuri 4 buah velg beserta ban mobil.
Bahkan sebelumnya, pencurian velg dan ban mobil terjadi di Bandara Ngurah Rai yang terkenal sebagai tempat yang aman.
Namun sepertinya aksi pencurian ini dapat ditangani oleh pihak kepolisian seperti kasus pencurian di Tabanan yang berhasil diselesaikan oleh Polsek Kediri, Polres Tabanan.
Baca juga: JEBOL Jembatan di Dalung, PUPR Badung Akui Akan Diperbaiki Secepatnya, Dirancang Gunakan Box Culvert
Kompol I Putu Budiawan bersama jajaran berhasil mengamankan pelaku yang diketahui berasal dari Kuta Utara dalam kurun waktu 1x24 jam.
"Jadi pelaku diketahui bernama IGYPAP (26) asal Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara langsung diintai,”
“Saat ditemukan di Kerobokan pelaku kemudian diamankan dan dibawa ke Mapolsek Kediri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," bebernya.
"Jadi pelaku ini seorang sopir. Bahkan sebelum beraksi sempat melintas di jalan itu, dan melihat ada garase," bebernya.
Baca juga: Hilangkan Xenophobia di Bali, Nyoman Parta Harapkan Tak Ada Lagi Istilah Rasis Bagi Pendatang
Pencurian Velg dan Ban di Kuta
Sebelumnya, kasus pencurian velg dan ban mobil juga sempat terjadi di Kuta.
Namun, velg dan ban mobil korban bukan raib total tapi pelaku melakukan modus "tukar guling".
Velg asli mobil korban dipreteli dan diganti dengan velg biasa agar tidak terlihat mencolok dari kejauhan.
Kapolsek Kuta, Kompol Laksmi Trisnadewi Wieryawan, S.H., S.I.K., mengungkapkan bahwa pelaku yang berinisial HM (32) ternyata juga bekerja di bidang yang sama dengan korban, yakni sopir transport.
"Korban baru menyadari aksi pencurian ini sekitar pukul 06.00 Wita saat hendak berangkat kerja,”
“Ia terkejut melihat velg belakang sebelah kiri mobilnya telah ditukar dengan velg biasa oleh orang tak dikenal," ujar Kompol Laksmi pada Kamis 29 Januari 2026.