Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sampah di Bali

SEHARI Mampu Cacah 5 Ton Sampah, TPS3R Pemecutan Kaja Denpasar Uji Coba Mesin EBT

Dalam sehari, saat uji coba ini mampu mencacah sebanyak 5 ton sampah. Jumlah ini sesuai dengan kapasitas mesin tersebut yakni 5 ton.

TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
UJI COBA – Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, menyaksikan uji coba mesin EBT pencacah sampah di TPS3R Pemecutan Kaja, Rabu 18 Februari 2026. 

TRIBUN-BALI.COM - Untuk mempercepat pencacahan sampah organik, TPS3R Sari Sedana, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar, melakukan uji coba mesin EBT (Energi Baru Terbarukan). 

Uji coba dimulai sejak Selasa, 17 Februari 2026, dan ditinjau Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara pada Rabu, 18 Februari 2026.

Perbekel Desa Pemecutan Kaja, AA Ngurah Arwatha memaparkan, mesin EBT ini lebih cepat dalam mencacah sampah ketimbang menggunakan pencacah biasa.

Dalam sehari, saat uji coba ini mampu mencacah sebanyak 5 ton sampah. Jumlah ini sesuai dengan kapasitas mesin tersebut yakni 5 ton.

Baca juga: Beredar Capai 2,3 Juta, Transaksi Kartu Kredit Mandiri Tumbuh 11 Persen di 2025, NPL Masih Aman

Baca juga: ANTISIPASI Permainan Spekulan, Jamin Harga Bahan Pokok Stabil, Polda Bali Sidak Pasar Tradisional

"Kalau mesin gibrig-nya agak lambatan, paling kisaran satu hari itu 3 sampai 4 ton-an," paparnya saat ditemui di lokasi.

Mesin EBT yang diujicobakan ini merupakan kolaborasi dengan salah satu komunitas peduli lingkungan.

"Kalau hasil yang kemarin kita uji coba langsung lumayan itu, artinya proses pencacahannya cepat sekali itu untuk ukuran kita skala desa 5 ton per hari. Cuma masih kendalanya tadi residunya. Tapi tadi ada opsi residunya akan diolah oleh komunitasnya itu," ungkapnya.

Ia mengatakan, dalam sehari, sampah yang masuk ke TPS3R tersebut sebanyak 24,5 ton. Sementara untuk timbulan sampah di Desa Pemecutan Kaja kurang lebih 50 ton. 

Ketersediaan TPS3R hanya ada satu dengan satu mesin gibrig. Dengan adanya uji coba mesin EBT, dalam sehari total bisa mengolah 9 ton.

"Kalau memang nanti kita merasa cocok (dengan mesin EBT) mungkin kita komunikasikan dengan kota. Siapa tahu kota yang mengadakan kita menerima hibah," paparnya.

Ada 10 orang pekerja yang dilibatkan dalam operasional di TPS3R ini. Untuk pengangkutan sampah dilakukan di lima titik termasuk di TPS3R dan warga diimbau untuk memilah sampah.

"Kami ada TPS3R dan ada empat titik lagi di beberapa banjar untuk pengumpulan sampah. Kita memang harapkan semua terpilah. Kalau tidak terpilah, kita tidak terima," ujarnya.

Terkait dengan kompos hasil pencacahan, pihaknya menggandeng PKK melalui arisan PKK. Nantinya kompos tersebut akan dikemas dan dibagikan secara gratis kepada anggota PKK untuk bercocok tanam.

Sedangkan sisa sampah yang tak bisa dikelola di desa dibuang ke TPA Suwung. Dalam sehari, pihaknya membuang 6 truk sampah ke TPA Suwung dengan menggunakan 3 armada dan dua kali pembuangan.

"Itu kalau kondisi TPA tidak becek. Kalau becek cuma tiga truk saja," imbuhnya. (sup)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved