BPJS Kesehatan
OTK Teror Kantor BPJS Denpasar, Lempar Batu dan Pasang Spanduk Provokatif, Polda Bali Turun Tangan
Sebelum meninggalkan lokasi, massa melempari area kantor dengan batu. Aksi ini berlangsung sekitar 15 menit.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Denpasar, di Jalan DI Panjaitan, Kota Denpasar menjadi sasaran teror segerombolan orang tak dikenal (OTK), Sabtu 21 Februari 2026 malam.
Tidak hanya melakukan perusakan, massa juga membentangkan spanduk bernada provokatif yang menyasar pucuk pimpinan Kota Denpasar. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.30 WITA ini diduga melibatkan kurang lebih 20 orang.
Berdasarkan rekaman CCTV, para pelaku tampak terorganisir dengan menggunakan masker dan helm. Gerombolan ini bergerak cepat.
Begitu tiba di lokasi, mereka langsung memasang spanduk di pintu gerbang sebelah utara dan selatan.
Baca juga: Buntut Teror, BPJS Denpasar Resmi Lapor ke Polda Bali, Kabid Humas: Ditindaklanjuti Ditreskrimum
Spanduk berbahan kain putih polos tersebut bertuliskan “Wali Kota Pembohong” yang ditulis dengan cat semprot (pilok).
Sebelum meninggalkan lokasi, massa melempari area kantor dengan batu. Aksi ini berlangsung sekitar 15 menit.
Kapolsek Denpasar Timur, Kompol I Ketut Tomiyasa, membenarkan adanya insiden teror tersebut. Berdasarkan laporan awal, massa yang datang berjumlah puluhan orang.
“Informasinya ada kelompok orang kurang lebih 20 orang datang ke kantor BPJS, memasang spanduk dan melempar batu,” ujar Kompol Tomiyasa kepada Tribun Bali, Minggu 22 Februari 2026.
Terkait kerusakan, Kompol Tomiyasa menjelaskan, lemparan batu tersebut tidak sampai menghancurkan bagian bangunan utama.
“Kerusakan hanya pada logo dari akrilik pecah. Untuk korban luka dalam peristiwa ini dipastikan tidak ada,” tuturnya.
Security BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, I Made Sudiarta menyatakan, massa sempat berpindah dari pintu utara ke pintu selatan sebelum akhirnya melakukan pelemparan batu dan membentangkan spanduk.
Kepala Bagian SDM, Umum dan Komunikasi BPJS Kesehatan Kota Denpasar, Rendy Gilbery Rantung, menggambarkan betapa cepatnya peristiwa tersebut terjadi.
Menurutnya, para pelaku telah merencanakan aksi ini untuk menghindari identifikasi.
“Kami kurang tahu dari mananya karena mereka datang masang spanduk, melempar batu seperti itu, langsung pulang, langsung bubar,” ungkap Rendy kepada Tribun Bali, pada Minggu 22 Februari 2026.
Rendy menambahkan identitas para pelaku sulit dikenali karena penggunaan perlengkapan yang sangat tertutup.