Nyepi 2026
Ratusan Anak-anak TK di Denpasar Antusias Ikuti Parade Ogoh-ogoh
Ogoh-ogoh dibagi dalam dua tim besar, masing-masing berisi sekitar 60 peserta, dengan waktu tampil 10 menit per tim.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Ratusan anak-anak TK se-Denpasar antusias mengikuti parade ogoh-ogoh di Lapangan Puputan Badung, Minggu, (8/3) pagi. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelaksanaan Kasanga Festival tahun 2026.
Anak-anak terlihat antusias mengikuti parade dengan menggunakan busana adat Bali. Mereka juga menampilkan fragmentari sesuai dengan ogoh-ogoh yang dibawakannya. Tak hanya itu, gamelan Bali sederhana khas anak-anak juga mengiringi penampilan mereka.
Ketua IGTKI PGRI Kota Denpasar, Ni Nyoman Puspitawati menjelaskan, parade ogoh-ogoh kali ini menampilkan 8 ogoh-ogoh anak TK dan 2 ogoh-ogoh dari siswa disabilitas. “Mereka menjadi perwakilan seluruh kecamatan di Kota Denpasar,” ungkapnya.
Baca juga: TENANG, Polisi Pastikan Uang Palsu Hanya Beredar di 2 Warung di Nusa Penida, Pelaku Sudah Ditangkap
Baca juga: JENAZAH Kadek Wahyu Akhirnya Ditemukan, 162 Personel Dikerahkan dalam Pencarian Sisir Sungai
Ogoh-ogoh dibagi dalam dua tim besar, masing-masing berisi sekitar 60 peserta, dengan waktu tampil 10 menit per tim. Tadi masing-masing gugus perwakilan menampilkan ogoh-ogoh dan juga atraksi kesenian. “Mereka semua sudah menyiapkan latihan ini sejak 1 bulan lalu,” ujarnya.
Bunda PAUD Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap inisiatif IGTKI PGRI Kota Denpasar untuk ikut serta dalam kegiatan ini.
Sagung Antari juga mengucapkan terima kasih terhadap kreativitas dan semangat anak-anak TK, para guru TK dan orang tua yang terlibat dalam perhelatan kesenian kebanggaan Kota Denpasar ini.
“Pengenalan akan tradisi dan budaya Bali sejak dini merupakan sebuah usaha untuk tetap melestarikan kekayaan dan warisan seni kepada generasi penerus,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini sengaja dilaksanakan guna menghadirkan ruang edukasi budaya yang menyenangkan, kreatif, dan sarat nilai tradisi Bali. Kegiatan ini juga dirancang sebagai sarana pembelajaran mengenalkan seni, tradisi, dan kecintaan terhadap adat Bali sejak usia dini.
“Anak-anak juga mempelajari makna filosofis ogoh-ogoh, mengembangkan kreativitas, serta melatih keberanian dalam berekspresi seni budaya,” kata dia. (sup)
| Libur Nyepi dan Lebaran 2026, Okupansi Rata-Rata di The Nusa Dua Capai 69 Persen |
|
|---|
| HIBAH Digantikan Uang Tunai, Hadiah Lomba Caka Fest Tunggu Anggaran Perubahan APBD 2026 |
|
|---|
| 4 Kelompok Pengguna Sound System Saat Pengarakan Ogoh-ogoh Penuhi Panggilan Satpol PP Denpasar |
|
|---|
| Dukung Kesejahteraan Sosial, BRI Bagi 1.000 Paket Sembako Serangkaian Nyepi di Desa Sarimekar |
|
|---|
| WNA Swiss Resmi Tersangka Pelecehan Agama Usai Sebut 'Fuck Nyepi' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ratusan-Anak-anak-TK-di-Denpasar-Bali-Antusias-Ikuti-Parade-Ogoh-ogoh-Tampilkan-Fragmentari.jpg)