Ramadan di Bali
Bertepatan Rangkaian Nyepi, Pemudik Dari Denpasar Bali Diimbau Mudik Sebelum 18 Maret 2026
Pemkot Denpasar membentuk tim posko terpadu yang mulai beroperasi sejak 13 Maret hingga 29 Maret mendatang.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Kota Denpasar memastikan masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman, sekaligus dapat merayakan Idul Fitri dengan lancar.
Namun, pada tahun ini arus mudik bertepatan dengan rangkaian Hari Suci Nyepi di Bali.
Sehingga pemudik diimbau mudik sebelum tanggal 18 Maret.
Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan, pihaknya memastikan kesiapan dari berbagai aspek, mulai dari kondisi pengemudi, kendaraan, hingga transportasi laut.
Baca juga: Update Posko Angkutan Lebaran di Pelabuhan Gilimanuk, 37 Ribu Orang Telah Mudik dari Bali ke Jawa
Pihaknya juga menggandeng sejumlah instansi seperti KSOP, TNI, Polri serta jajaran pemerintah kota untuk memastikan arus mudik berjalan dengan baik.
"Karena berbarengan dengan rangkaian Nyepi, kami mengimbau agar mudik tidak dilakukan pada tanggal 18 Maret. Pada hari itu ada kegiatan Pangerupukan dan persiapan ogoh-ogoh. Harapannya semua bisa berjalan lancar dan masyarakat tetap aman serta nyaman," kata Jaya Negara.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mendukung kelancaran arus mudik.
Koordinasi dilakukan dengan TNI, Polri, Jasa Raharja, Dinas Kesehatan serta para pemangku kepentingan di lapangan.
Seperti tahun sebelumnya, Pemkot Denpasar membentuk tim posko terpadu yang mulai beroperasi sejak 13 Maret hingga 29 Maret mendatang.
Posko ini disiapkan untuk mengantisipasi meningkatnya pergerakan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Ia menyebutkan, berdasarkan data di lapangan, pergerakan pemudik sudah mulai terlihat sejak 12 Maret.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 17 Maret, atau sehari sebelum malam Pangerupukan.
Selain itu, Terminal Ubung juga disiapkan sebagai titik layanan bagi pemudik.
Bagi penumpang yang tercecer atau mengalami kendala di perjalanan, baik dari angkutan umum maupun angkutan barang yang mengalami kerusakan di jalan, dapat memanfaatkan fasilitas di terminal tersebut.
Bahkan, jika terdapat angkutan barang yang mengangkut kebutuhan pokok mengalami kerusakan, pihaknya menyiapkan alternatif pengangkutan melalui armada penumpang dengan sistem kargo agar distribusi tetap berjalan.
“Kami menyiapkan pelayanan terpadu di Terminal Ubung. Jika ada kendaraan mogok atau penumpang yang tertinggal, bisa datang ke terminal. Termasuk untuk angkutan barang kebutuhan pokok yang mengalami kendala, bisa kami bantu melalui sistem kargo,” jelasnya.
Dishub Kota Denpasar juga memastikan pelayanan tetap siaga selama rangkaian Hari Suci Nyepi. (*)
Kumpulan Artikel Denpasar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Bertepatan-Rangkaian-Nyepi-Pemudik-Dari-Denpasar-Bali-Diimbau-Mudik-Sebelum-18-Maret-2026.jpg)