Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Denpasar Kekurangan 326 Guru, Terbanyak Guru Bahasa Bali

Kekurangan guru ini tersebar dari jenjang TK hingga SMP dan terbanyak pada mata pelajaran Bahasa Bali.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
Tribun Bali/Putu Supartika
BERI KETERANGAN - Kepala Disdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gde Wiratama saat memberikan keterangan kepada awak media belum lama ini.  

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Kota Denpasar kekurangan ratusan guru dari jenjang TK hingga SMP.

Kekurangan guru ini tersebar dari jenjang TK hingga SMP dan terbanyak pada mata pelajaran Bahasa Bali.

Kepala Disdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama mengatakan total kebutuhan guru mencapai 326 orang.

Baca juga: Demo Forum Swakelola Sampah Bali, 400 Truk Kepung Kawasan Perkantoran Renon 

ari jumlah itu, formasi terbanyak berasal dari guru bahasa Bali sebanyak 91 orang.

Lalu disusul guru agama Hindu 89 orang, dan guru kelas untuk SD sebanyak 41 orang. 

Selain itu, ada juga guru Penjasorkes 27 orang, guru agama Islam 15 orang, serta guru Matematika 11 orang.

Baca juga: Pria yang Ditemukan Tak Bernyawa di Setra Pitik Sempat Pamit Kerja namun Tidur Tak Kunjung Bangun

Sementara itu, sejumlah mata pelajaran lain seperti bahasa Indonesia membutuhkan 10 orang, bahasa Inggris 6 orang, bimbingan konseling 6 orang, serta TIK 8 orang. 


Adapun kebutuhan guru untuk IPA sebanyak 2 orang, IPS 7 orang, PPKn 7 orang, serta guru kelas untuk TK 2 orang. 


Untuk guru agama Katolik dan Kristen masing-masing 1 dan 3 orang.


Untuk kekurangan guru itu, pihaknya telah mengajukan kebutuhan formasi ke pemerintah pusat. 


Namun hingga kini masih menunggu kepastian terkait proses perekrutan.


"Untuk perekrutan guru sekarang sepenuhnya kewenangan pusat, baik melalui skema PNS maupun PPPK. Daerah tidak lagi diperbolehkan merekrut tenaga honorer," kata Wiratama, Kamis, 16 April 2026.


Kekurangan guru ini terjadi karena banyaknya tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun. 


Namun kekosongan tersebut tidak bisa langsung diisi karena proses rekrutmen harus melalui mekanisme dari pemerintah pusat.


"Setiap ada guru pensiun, formasinya tidak bisa otomatis terisi. Kami harus mengusulkan dan menunggu persetujuan pusat," jelasnya.


Di tengah keterbatasan tersebut, sejumlah sekolah saat ini masih mengandalkan tenaga honorer yang direkrut melalui komite sekolah. 


Namun kondisi keuangan yang terbatas membuat jumlah tenaga honorer tidak bisa ditambah secara signifikan.


Disdikpora Denpasar berharap usulan formasi yang telah diajukan dapat segera mendapat persetujuan, dan kekurangan guru bisa teratasi. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved