Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

DBD di Denpasar Tunjukkan Tren Penurunan, Hingga April 2026 Tercatat 96 Kasus

DBD di Denpasar Tunjukkan Tren Penurunan, Hingga April 2026 Tercatat 96 Kasus

Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
Freepik
ILUSTRASI nyamuk - Arti Mimpi Menangkap Hingga Melihat Nyamuk, Pertanda Datangnya Kesusahan Dan Kemalangan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Denpasar di tahun 2026 cenderung mengalami penurunan.

Tak seperti tahun 2025 lalu, tahun ini sejak Januari hingga 23 April 2026 hanya tercatat terjadi 96 kasus.

Sementara di tahun 2025 pada periode yang sama, kasus sangat tinggi mencapai 928 kasus.

Meski kasus cenderung menurun, Dinas Kesehatan Denpasar tetap melakukan berbagai langkah antisipasi.

Baca juga: Kurangi Lahan Tak Produktif di Denpasar, Lahan Bera Ditanami Jagung Manis 

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. AA Ayu Agung Candrawati, Jumat, 24 April 2026.

"Berdasarkan data yang kami himpun, jumlah kasus DBD di Kota Denpasar dari awal Januari hingga 23 April 2026 tercatat sebanyak 96 kasus," paparnya.

Baca juga: Respons Penutupan Sementara Pelabuhan Marina oleh Pansus TRAP, BTID: Ganggu Iklim Investasi di Bali

Adapun rincian kasus ini per bulannya yakni pada Januari terdapat 31 kasus, kemudian mengalami kenaikan pada Februari menjadi 38 kasus.


Lalu mulai melandai di bulan Maret dengan 19 kasus, dan hingga 23 April ini tercatat 8 kasus.


Ia menyebut adanya tren penurunan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.


"Kami melihat tren yang fluktuatif namun cenderung menurun secara signifikan. Sebagai perbandingan, pada periode Januari hingga April 2025, angka kasus mencapai 928 kasus," paparnya. 


Meski begitu, pihaknya tidak lengah dan terus melakukan berbagai langkah guna memutus rantai penularan. 


Pihaknya melakukan edukasi masyarakat melalui penyuluhan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi secara masif mengenai cara pencegahan DBD yang efektif.


Juga melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan masing-masing.


Juga melaksanakan fogging berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi (PE), sehingga tindakan dilakukan sesuai indikasi dan bukan bersifat massal yang tidak terarah.
 
Melakukan penyisiran jalan-jalan protokol, jalan umum, hingga gang-gang yang dapat dijangkau kendaraan mesin Fogging ULV.


"Saat ini, kegiatan Fogging ULV sedang memasuki siklus kedua dengan jarak antar siklus sekitar 7 hari. Proses ini dijadwalkan akan berakhir pada 26 April 2026," tambahnya.


Candrawati pun mengingatkan bahwa penurunan angka kasus ini tidak lepas dari kerja keras bersama. 


Ia mengimbau warga Denpasar untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan agar tren penurunan ini dapat terus terjaga sepanjang tahun. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved