Berita Denpasar
278 Hektare Lahan Sawah di Denpasar Hilang dalam Lima Tahun
Lahan persawahan di Kota Denpasar terus mengalami penyusutan setiap tahunnya akibat alih fungsi.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Denpasar Timur masih menjadi wilayah dengan lahan subak terluas, meski tetap mengalami penurunan dari 616 hektare pada 2019 menjadi 553 hektare pada 2023.
Sedangkan Denpasar Utara juga menunjukkan tren penurunan dari 589 hektare menjadi 529 hektare dalam periode yang sama.
Beberapa subak yang mengalami penyusutan cukup besar antara lain Subak Pagutan di Padang Sambian Kaja yang turun dari 32 hektare menjadi 20 hektare, serta Subak Tegal Buah di Padang Sambian Kelod dari 27 hektare menjadi 12 hektare.
Menurutnya, dinamika data ini juga dipengaruhi metode pendataan sebelumnya yang berbasis citra satelit, sehingga perlu diverifikasi ulang di lapangan.
"Ada lahan yang dulu tidak terdeteksi sebagai sawah karena tidak digarap, sekarang setelah diairi dan diolah kembali, masuk dalam kategori sawah," katanya.
Selain itu, pihaknya mencatat saat ini terdapat 42 subak di Denpasar yang masih aktif dan tercatat dalam sistem pertanian.
Meski demikian, beberapa subak lama dilaporkan sudah tidak berfungsi karena alih fungsi lahan menjadi permukiman.
"Kalau subak yang masih punya sawah, tetap kami catat aktif. Walaupun luasnya kecil, selama masih digarap, tetap masuk data," katanya.
Dinas Pertanian juga terus mendorong optimalisasi lahan tidur agar bisa kembali difungsikan sebagai lahan pertanian produktif, guna menekan laju penyusutan. (*)
Berita lainnya di Lahan Pertanian
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ilustrasi-lahan-persawahan-di-Kota-Denpasar-693.jpg)