Berita Denpasar
SPMB 2026 Denpasar Dimulai Juni, Ribuan Siswa Diprediksi Tak Kebagian SMP Negeri
Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP di Denpasar akan dimulai Juni 2026.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP di Denpasar akan dimulai Juni 2026.
Namun untuk daya tampung di SMP Negeri tidak bisa menampung semua lulusan SD di Denpasar.
Adapun daya tampung SMP Negeri tahun ini hanya 5.960 siswa dari 17 SMP negeri yang ada.
Sementara, lulusan SD mencapai 13.246 siswa.
Baca juga: Persyaratan Umum dan Administrasi SPMB SMP Tahun Ajaran 2026/2027: Penuhi Syarat Administrasinya
Sehingga yang ditampung di SMP negeri kurang dari 50 persen.
Terkait hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Denpasar, I Wayan Duaja mengatakan, pihaknya mendorong tambahan ruang belajar siswa di SMPN 13 Denpasar dan SMPN 14 Denpasar yang memiliki lahan cukup untuk menambah ruang kelas.
Hal tersebut mengingat terbatasnya lahan di Kota Denpasar untuk membangun sekolah baru.
"Di SMPN 13 dan SMPN 14 yang masih luas, tersisa lahan di sekolah tersebut. Serta jika ada lahan 25 sampai 30 are bisa dibangun SMP baru," kata Duaja, Selasa 12 Mei 2026.
Baca juga: Siswa Diperbolehkan Pilih 3 Sekolah pada Jalur Domisili dan Afirmasi SPMB SMP 2026 di Denpasar
Di sisi lain, keberadaan sekolah swasta dalam hal ini SMP swasta juga menjadi alternatif.
Menurutnya jumlah SMP negeri dan swasta di Denpasar jika dihitung secara keseluruhan telah mampu menampung semua lulusan, bahkan bisa lebih.
Untuk itu pihaknya terus mendorong agar Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar tetap memberikan subsidi bagi siswa yang belum bisa mendapatkan sekolah negeri.
Subsidi tersebut berupa uang pangkal yang sudah berjalan 3 tahun terakhir.
Pihaknya tetap melihat sekolah swasta sebagai tempat belajar yang representatif.
Baca juga: Kiat Sekolah Swasta Gaet Siswa Baru, SMK Kertha Wisata Denpasar Gelar Open House untuk SMP dan Umum
Demikian menurutnya jika sekolah negeri terus dibanguan akan menjadi kecemburan bagi sekolah swasta.
"Meski jika kita lihat dari keterbatasan lahan di Kota Denpasar, tidak memungkinkan untuk terus membangun sekolah negeri, sehingga sekolah swasta tidak akan tergerus. Dengan itu swasta akan tetap menjadi pilihan," terang Duaja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Penerimaan-Murid-Baru-SMP-di-Denpasar-Siapkan-Kuota-TKA-5-Persen-Daya-Tampung-Total-5960-Siswa.jpg)