Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Soekarno Cup

SOEKARNO CUP Usai, Adi Arnawa Bikin Terobosan: Anggaran APBDes Didorong untuk Danai SSB Bali

Ketua Panitia Liga Kampung Soekarno Cup III Provinsi Bali, I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa muara dari kompetisi ini adalah intervensi regulasi

Tayang:
Istimewa
KONFERENSI PERS - Ketua Panitia Penyelenggara Liga Kampung Soekarno Cup III Provinsi Bali, I Wayan Adi Arnawa (tengah) saat konferensi pers. SOEKARNO CUP Usai, Adi Arnawa Bikin Terobosan: Anggaran APBDes Didorong untuk Danai SSB Bali 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pertandingan puncak grand final Liga kampung Soekarno Cup III 2026 Regional Bali yang mempertemukan Banteng Badung melawan Banteng Kota Denpasar pada Senin, 25 Mei 2026, menjadi tonggak terobosan besar bagi masa depan sepak bola usia dini di Pulau Dewata.

Menariknya, ajang yang diinisiasi oleh PDI Perjuangan ini tidak sekadar menjadi panggung seremonial, melainkan langsung dikonversikan menjadi instrumen kebijakan daerah yang mendorong pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) berbasis anggaran desa.

Ketua Panitia Penyelenggara Liga Kampung Soekarno Cup III Provinsi Bali, I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa muara dari kompetisi ini adalah intervensi regulasi untuk menghidupkan kembali pembinaan usia dini yang selama ini kerap mati suri karena kendala dana. 

Ia memelopori gerakan mutakhir dengan mendorong pemanfaatan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) mulai tahun depan.

Baca juga: SATGAS PASTI Hentikan Kegiatan Penipuan APPENINC, VID dan SENSENOWAI, Ini Penyebabnya Kata OJK!

"Usai Soekarno Cup ini, tentu kita akan mendorong nanti melalui pemerintah daerah, kebijakan pemerintah daerah, untuk mendorong SSB-SSB yang ada di masing-masing desa," ujarnya dalam konferensi pers di Stadion Ngurah Rai Denpasar di sela laga final. 

"Khusus kami kebetulan Kabupaten Badung dalam hal ini, kami malahan 2027 sudah mendorong nanti kepada masing-masing desa melalui APBDes-nya untuk menyiapkan liga, apa namanya, SSB," jelasnya. 

Kebijakan berbasis desa ini dirancang secara spesifik guna menyasar kelompok umur produktif yang selama ini jarang terakomodasi dalam kompetisi formal yang berkelanjutan. 

Fokus pembinaan akan dimulai secara berjenjang dari bawah untuk menciptakan fondasi atlet yang matang secara detail dari kelompok usia yang akan didukung penuh oleh anggaran tersebut.

"SSB kelompok umur 8, 10, 12, termasuk mungkin 15, usia dini. Ini kita dorong dan itu memang dimungkinkan untuk pembiayaan dari APBDes dari pemerintah," paparnya. 

Baca juga: Sutjidra Serahkan 2 Sapi dan 8 Kambing Untuk Hewan Qurban, Siapkan 24 Dokter Untuk Pemeriksaan

Langkah strategis ini diambil bukan tanpa alasan. Sukarno Cup III tahun ini memfokuskan pencarian bakat pada kategori usia 17 tahun (U-17).

Sebuah ceruk umur yang dinilai Adi Arnawa sangat krusial namun saat ini masih minim wadah kompetisi reguler di tingkat nasional, padahal sangat dibutuhkan untuk menyelaraskan program dengan federasi sepak bola tertinggi Indonesia (PSSI).

"Kita akan mendapatkan talenta-talenta muda yang akan mendapatkan di usia 17 tahun. Dan ini seiring, in line dengan kebijakan PSSI bagaimana untuk mendapatkan pemain-pemain usia 17 nantinya, yang saat ini saya belum melihat ada satu event yang yang bisa mengakomodasi untuk usia-usia 17 ini," paparnya.

Politisi PDIP ini menjelaskan bahwa tim pemandu bakat telah bekerja secara independen sepanjang turnamen yang bergulir sejak 9 Mei 2026 tersebut. 

Tim yang dibentuk tidak hanya terpaku pada para pemain yang berhasil menembus babak final, melainkan menyisir seluruh potensi dari sembilan kabupaten/kota yang ada di Bali demi menjaring skuad terbaik untuk dikirim ke tingkat nasional di Surabaya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved