Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Distan Denpasar Kerahkan 230 Personel, Sasar 135 Masjid dan Mushola, Periksa Hewan dan Daging Kurban

Distan Denpasar Kerahkan 230 Personel, Sasar 135 Masjid dan Mushola, Periksa Hewan dan Daging Kurban

Tayang:
Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
Tribun Bali/Putu Supartika
Pengecekan kambing di Kampung Wanasari, Jalan Maruti Denpasar oleh Dinas Pertanian 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Untuk memastikan daging kurban layak konsumsi, Dinas Pertanian Kota Denpasar menerjunkan ratusan petugas untuk melakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan akan langsung menyasar ke masjid-masjid dan mushola di Kota Denpasar yang digunakan tempat pemotongan hewan kurban. 

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kota Denpasar Ni Made Suparmi mengatakan ada 230 personel yang dikerahkan dalam pemeriksaan ini.

Baca juga: Okupansi Hotel di Sanur Bali Tembus 75 Persen, Lonjakan Dolar Jadi Stimulus Kunjungan Wisman

Petugas terdiri dari tenaga Dinas Pertanian Kota Denpasar, Fakultas Kodokteran Hewan (FKH) Universitas Udayana dan PDHI Bali. 

Pemeriksaan akan menyasar 135 masjid dan mushola di empat kecamatan.

Ia mengatakan, pemeriksaan hewan kurban atau ante mortem dilakukan pada H-1 atau Selasa sore.

Baca juga: Oknum Anggota DPRD Klungkung Dilaporkan, Wayan Ngaku Dianiaya Saat Pelaku Didampingi 2 Cewek

"Pemeriksaan ante mortem ini akan menyasar 135 masjid ataupun mushola yang tersebar di 4 kecamatan di Kota Denpasar. Pemeriksaan ante mortem ini dilakukan untuk mengetahui kesehatan hewan kurban sebelum dilakukan pemotongan besok," katanya.


Cara menilai hewan kurban sehat atau tidaknya kata Suparmi bisa dilihat dari keaktifan kambing, tidak lesu, matanya tidak ada leleran dan hidung tidak kering. 


"Kalau hidungnya kering, itu patut kita curigai biasanya itu dalam kondisi demam atau mengalami gangguan kesehatan, jadi itu perlu diperiksa lebih lanjut dan diobati," paparnya.


Selain itu, juga dilihat di bagian mulut, tidak ada luka melepuh di gusi dan selaput mulutnya, serta memiliki nafsu makan yang baik.


Kemudian pada hari H Idul Adha pemeriksaan terhadap daging kurban kata Suparmi juga dilakukan atau dikenal dengan post mortem. 


Jumlah personel yang diturunkan juga sama sebanyak 230 personel. 


"Demikian masjid atau mushola yang disasar juga sama sebanyak 135 masjid ataupun mushola," kantanya. 


Sementara itu daging kurban yang diperiksa adalah dilihat dari warna, bau dan pendarahan atau memar. 


Untuk daging yang normal akan berwarna merah dan berserat. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved