Seputar Bali
Jangan Terlena Jargon Bali Aman, Polsek Denpasar Selatan Warning Warga: Curanmor Intai Kunci Nyantol
Kepolisian Sektor Denpasar Selatan meminta masyarakat luas untuk tidak terlena dan merasa terlalu aman dengan zona nyaman
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ngurah Adi Kusuma
Pelaku memanfaatkan situasi sepi di parkiran kos pada pagi buta untuk membobol stang Honda Beat milik korban berinisial Z (32) menggunakan kunci palsu, sebelum akhirnya pelarian pelaku kandas setelah diciduk polisi di kawasan Renon.
Baca juga: SPMB 2026 di Buleleng Terapkan Seleksi Dua Tahap, Jalur Prestasi SMP Dapat Kuota 25 Persen
"Mohon izin kami imbau kepada masyarakat juga, jangan selalu kita merasa aman di zona-zona tertentu, khususnya mungkin sering mendengar Bali aman," pesan dia.
Rangkaian kasus tersebut menjadi bukti otentik dari pernyataan Iptu Azel Arisandi bahwa kejahatan curanmor di Denpasar Selatan bukan lagi melulu soal kelihaian pelaku merusak sistem pengamanan.
Melainkan adanya kesempatan emas yang diberikan oleh korban sendiri, seperti kecerobohan meninggalkan kunci di motor.
Pihak kepolisian pun berharap masyarakat bisa menjadi polisi bagi diri sendiri dengan tetap waspada, mengunci ganda kendaraan, dan tidak meninggalkan kunci kendaraan dalam kondisi nyantol, sekondusif apapun lingkungan tempat mereka tinggal.
"Ya kita tidak bisa selalu menjustifikasi kondisi ya. Artinya kita harus mawas diri, antisipasi dari diri kita juga masing-masing," pungkas Iptu Azel Arisandi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kanit-Reskrim-Polsek-Denpasar-Selatan-Iptu-Azel-Arisandi-1.jpg)