Hari Raya Galungan dan Kuningan
Populasi Babi di Denpasar Capai 1.690, Stok Galungan Melimpah
Galungan kali ini dipastikan di Kota Denpasar tak kekurangan stok babi. Pasalnya jumlah populasi yang ada telah jauh melampaui kebutuhan.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Galungan kali ini dipastikan di Kota Denpasar tak kekurangan stok babi.
Pasalnya jumlah populasi yang ada telah jauh melampaui kebutuhan.
Sesuai data Dinas Pertanian Kota Denpasar, populasi babi yang tersedia mencapai 1.690 ekor.
Sementara untuk kebutuhan masyarakat diperkirakan sebanyak 1.009 ekor.
Sehingga Denpasar masih surplus 681 ekor babi.
Baca juga: Maling Ternak di Karangasem Ditangkap, Selain Sapi Juga Curi Babi
Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, AA Gde Bayu Brahmasta mengatakan surplus terjadi di seluruh kecamatan.
Denpasar Selatan menjadi wilayah dengan stok tertinggi yakni 731 ekor dengan kebutuhan 381 ekor atau surplus 350 ekor.
Disusul Denpasar Barat dengan ketersediaan 534 ekor dan kebutuhan 255 ekor sehingga surplus 279 ekor.
Sementara itu, Denpasar Timur memiliki stok 217 ekor dengan kebutuhan 170 ekor atau surplus 47 ekor.
Sedangkan Denpasar Utara tercatat memiliki ketersediaan 208 ekor dan kebutuhan 203 ekor atau surplus lima ekor.
Baca juga: Pemkab Jembrana Ucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan 2026, Dumogi Rahayu
"Ketersediaan ternak babi untuk kebutuhan Hari Raya Galungan di Kota Denpasar masih mencukupi dan secara keseluruhan masih surplus," katanya, Minggu, 14 Juni 2026.
Selain memastikan pasokan, Dinas Pertanian juga akan melakukan pengawasan terhadap kesehatan dan kelayakan daging yang beredar di pasar tradisional.
Pemeriksaan melibatkan 15 petugas yang akan turun ke 36 pasar tradisional di Kota Denpasar pada 15-16 Juni 2026 mulai pukul 06.00 Wita hingga selesai.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan daging yang dijual kepada masyarakat aman, sehat, utuh dan halal (ASUH), sekaligus mengantisipasi peredaran daging yang tidak memenuhi standar kesehatan.
Baca juga: Tak Pakai Uang Pemerintah, Warga Buleleng Patungan Daging Babi untuk Sesama Jelang Galungan
Di sisi lain, aktivitas pemotongan ternak di Rumah Potong Hewan (RPH) Pesanggaran diprediksi meningkat signifikan menjelang Hari Raya Galungan.
Untuk hari biasa, jumlah pemotongan berkisar 150 hingga 200 ekor per hari.
Namun memasuki H-3 Galungan, jumlah tersebut diperkirakan melonjak sekitar 30 persen.
Ia memaparkan peningkatan pemotongan biasanya mulai terjadi tiga hari sebelum Galungan dan mencapai puncaknya pada H-2 atau sehari sebelum Hari Penyajaan Galungan.
Berdasarkan pengalaman Galungan sebelumnya, terjadi tambahan pemotongan sekitar 140 ekor selama dua hari menjelang hari raya.
"Lonjakan biasanya terjadi pada H-3 sampai H-2 Galungan karena kebutuhan masyarakat meningkat untuk persiapan upacara dan konsumsi keluarga," katanya.
Pada H-1 Galungan, RPH Pesanggaran akan beroperasi lebih panjang.
Pemotongan reguler dilaksanakan mulai pukul 00.00 hingga 06.00 Wita.
Setelah itu dilanjutkan pelayanan pemotongan umum bagi masyarakat, banjar dan sekaa teruna mulai pukul 06.00 Wita hingga selesai.
Sementara dari sisi harga, babi hidup di tingkat peternak saat ini berada pada kisaran Rp 36.000 hingga Rp 38.000 per kilogram.
Meski masih relatif stabil, harga diperkirakan mengalami kenaikan mendekati Hari Raya Galungan seiring meningkatnya permintaan pasar.
"Kalau melihat pola setiap Galungan, harga biasanya naik. Dari posisi sekarang Rp36.000 sampai Rp38.000 per kilogram, menjelang hari raya bisa tetap atau naik sekitar Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per kilogram," paparnya. (*)
Berita lainnya di Stok Babi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Babi-yang-siap-dipotong-di-RPH-Pesanggaran-Denpasar1.jpg)