Rabies di Bali
ANAK Paling Rentan Kena Rabies! Pemkab Gianyar Sasar Siswa SD Beri Edukasi
Materi sosialisasi disesuaikan dengan poster, buku cerita, dan penyampaian dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar melakukan sosialisasi dan edukasi tentang rabies kepada siswa SD untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran akan bahaya penyakit ini. Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang pentingnya kesehatan hewan peliharaan dan bagaimana mencegah penyebaran rabies.
Kepala UPT Keswan 1 Gianyar, Nyoman Arya Darma, menjelaskan bahwa anak-anak usia SD adalah agen perubahan yang strategis untuk melakukan edukasi tentang kesehatan. "Kenapa siswa SD, karena di SD tempat strategis untuk melakukan edukasi karena siswa usia SD adalah agen perubahan dan pengetahuan tentang bahaya penyakit menular melekat dalam dirinya," jelas Arya Darma, Minggu (31/8).
Baca juga: BUPATI Adi Arnawa Realisasikan Rp1,13 Miliar Bantuan Pasca Bencana
Baca juga: TITAH Prabowo Agar Tunjangan Anggota DPR Dicabut! Sahroni, Nafa, Eko Patrio, Uya Kuya Dinonaktifkan
Materi sosialisasi disesuaikan dengan poster, buku cerita, dan penyampaian dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak. Dengan demikian, anak-anak dapat memiliki pengetahuan dan kewaspadaan terhadap hewan peliharaan yang belum mendapat penanganan kesehatan seperti vaksinasi.
Arya Darma juga menekankan bahwa kasus gigitan terbanyak secara nasional terjadi pada anak-anak, sehingga pemerintah perlu memberikan sosialisasi pada anak-anak tentang bahaya rabies dan bagaimana mencegahnya. "Kasus gigitan terbanyak secara nasional terjadi pada anak-anak, sehingga pemerintah perlu memberi sosialisasi pada anak," ujarnya.
Program sosialisasi ini akan dimulai pada awal September dan akan menyasar beberapa SD di wilayah yang pernah zona merah rabies. Selain itu, juga ditanamkan bahwa Gianyar bebas Rabies di Tahun 2028, sehingga anak-anak dapat menjadi agen perubahan dalam mencapai tujuan tersebut.
"Dukungan dari orang tua dan lingkungan sangat diharapkan dalam mensukseskan program ini. Dengan demikian, anak-anak dapat memiliki pengetahuan dan kesadaran yang cukup untuk mencegah penyebaran rabies dan menjaga kesehatan hewan peliharaan," tegasnya. (weg)
| 111 Sampel Dinyatakan Positif Rabies, Tercatat Ada 4000 Kasus GHPR di Buleleng |
|
|---|
| HINGGA 10 Desember 2025, 4.000 Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Buleleng, 111 Sampel Positif? |
|
|---|
| 90 Persen Anjing Vaksin, 23 Positif Rabies, Distan Denpasar Gelar Vaksinasi dan Sterilisasi di Sanur |
|
|---|
| Sebanyak 449 Ribu Ekor Hewan Penular Rabies di Bali Telah Tervaksin Per-September 2025 |
|
|---|
| NAIK 2 Kali Lipat dari Tahun Lalu, Kasus Rabies 2025 di Jembrana, 96 Kasus Rabies Selama 9 Bulan! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pemkab-Gianyar-Bali-Sasar-Siswa-SD-Edukasi-Rabies-Anak-Paling-Rentan-Kena-Rabies.jpg)