Berita Gianyar
Sekolah Rusak, Tokoh Susut Payangan Minta Petunjuk ke Ketua DPRD Gianyar
I Wayan Sudarsa, Perbekel Desa Buahan bersama Bendesa Susut mendatangi Ketua DPRD Gianyar, I Ketut Sudarsana
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - I Wayan Sudarsa, Perbekel Desa Buahan bersama Bendesa Susut mendatangi Ketua DPRD Gianyar, I Ketut Sudarsana, Kamis 23 Oktober 2025.
Kedatangan tersebut untuk meminta petunjuk soal kerusakan SD Negeri 5 Buahan yang berada di Banjar Susut, Desa Buahan, Kecamatan Payangan.
Di mana diketahui sekolah yang kini menampung 80an orang siswa, yang semuanya dari Banjar Susut, kondisinya rusak parah.
Baca juga: Anggota Dewan Kaget, Temukan Plester Proyek Sekolah di Banjarangkan Klungkung Bali Bercampur Tanah
Mulai dari lantai, atap termasuk konstruksinya sudah termakan usia.
Para siswa pun belajar dalam situasi waspada, terutama saat hujan lebat atau ketika adanya gempa, sebab ditakutkan sewaktu-waktu bangunan sekolah bisa jebol.
Ditemui usai menghadap Ketua DPRD Gianyar, Perbekel Buahan Sudarsa membenarkan bahwa pihaknya menghadap terkait kerusakan bangunan SDN 5 Buahan.
Baca juga: Setelah Sidak, Propam Polres Gianyar Bali Kini Pantau Gaya Hedon Polisi Di Medsos
"Kedatangan kami untuk minta petunjuk dari ketua DPRD Gianyar. Dan, untuk prosesnya kita akan serahkan pada Kepala Dinas Pendidikan Gianyar, karena sekolah dasar ada di Dinas Pendidikan Kabupaten," ujar pria yang juga berasal dari Banjar Susut itu.
Sudarsa mengungkapkan, kondisi sekolah tersebut saat ini memang sudah sangat layak untuk diperbaiki.
Namun demikian, masyarakat meminta agar sekolah direlokasi.
Sebab posisinya saat ini berada di pinggir jalan umum, yang dinilai tidak representatif dan membahayakan keselamatan anak.
Baca juga: Bikin Heboh, Seekor Biawak Tiba-Tiba Masuk ke Sekolah di Buleleng
"Pengamatan kami memang laik untuk diperbaiki. Namun karena dekat dengan jalan, masyarakat ingin direlokasi. Sudah disampaikan dari dulu."
"Karena hal ini pula lah menyebabkan terjadi keterlambatan perehaban. Tadi dalam pertemuan dikatakan akan direlokasi, prosesnya di tahun 2026," ujarnya.
Terkait lahan relokasi, kata dia, di sana terdapat tanah kosong milik Pemprov Bali, yang rencananya akan dipinjam pakai untuk pembangunan sekolah baru.
Baca juga: KISAH Pilu Ditinggal Pergi Ibu Sejak Kecil dan Ayah Stroke, Komang Bama Berjuang Lanjutkan Sekolah!
"Lahan sudah ada, tanah Pemprov untuk pinjam pakai. Tanah sekolah yang sekarang itu bekas bale banjar Desa Adat Susut. Saat ini, yang sekolah di sana adalah anak-anak dari Banjar Susut saja, sekitar 80an, dari kelas 1-6," ujarnya.
Jika relokasi benar-benar terealisasi, kata Sudarsa, siswa akan dititipkan sementara di sekolah tetangga.
"Di Desa Buahan ada dua sekolah, yakni SD 5 dan SD 3. Untuk kenyamanan kita berproses di tahun 2026, anak-anak akan dititipkan di SD 3," ujarnya. (*)
Berita lainnya di Sekolah di Gianyar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Perbekel-Desa-Buahan-I-Wayan-Sudarsa-terkait-sekolah-rusak-785.jpg)