Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

DBD di Bali

DBD di Gianyar Sepanjang Tahun 2025 Capai 1.935 Kasus, 3 Orang Meninggal 

Kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Gianyar, Bali, menunjukkan tren penurunan pada beberapa bulan terakhir.

Istimewa
FOGGING - Kegiatan fogging dalam mengatasi DBD di Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Senin, 08 Desember 2025. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Gianyar, Bali, menunjukkan tren penurunan pada beberapa bulan terakhir.

Namun, Pemerintah Kabupaten Gianyar tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan pencegahan.

Berdasarkan data yang diperoleh, kasus DBD di Kabupaten Gianyar tercatat sebanyak 1.935 kasus dengan 3 kematian pada tahun 2025.

Jumlah kasus DBD pada bulan Januari hingga November 2025 adalah sebagai berikut: Januari 189 kasus, Februari 296 kasus, Maret 304 kasus, April 331 kasus, Mei 278 kasus, Juni 172 kasus, Juli 138 kasus, Agustus 100 kasus, September 51 kasus, Oktober 44 kasus, dan November 32 kasus.

Baca juga: WASPADA Genangan Air Bersih, Tingkatkan PSN, Kasus DBD di Gumi Makepung Cenderung Menurun!

Kepala Dinas Kesehatan Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni, Senin 8 Desember 2025 membenarkan hal tersebut.

Kata dia, penyakit DBD disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Gejala DBD dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.

Gejala yang umum dialami antara lain demam tinggi, sakit kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, mual muntah, serta ruam kulit kemerahan.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Rentan Peningkatan Kasus DBD di Jembrana, Waspadai Genangan Air, Tingkatkan PSN

Untuk mencegah penyakit DBD, kata dia, dibutuhkan upaya pelaksanaan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara berkesinambungan dan terus menerus yaitu 3M Plus, yaitu menutup rapat semua tempat penampungan air, menguras bak air, mendaur ulang barang-barang bekas yang bisa menjadi tempat perindukan nyamuk, serta mencegah perkembangbiakan nyamuk.

Ariyuni, mengimbau masyarakat untuk segera datang ke sarana pelayanan kesehatan terdekat jika mengalami gejala penyakit DBD.

"Diharapkan kepada masyarakat bila ada yang mengalami gejala penyakit DBD, segeralah datang ke Sarana Pelayanan Kesehatan terdekat untuk memperoleh pelayanan kesehatan sedini mungkin," ujarnya.

Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan sedini mungkin dan mencegah komplikasi yang lebih berat. Pemerintah Kabupaten Gianyar juga telah mengeluarkan Surat Edaran Sekretaris Daerah (SEKDA) Kabupaten Gianyar 2025 tentang Gerakan Pencegahan Antisipasi Lonjakan kasus Penyakit DBD dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus.

Baca juga: 7 Orang Meninggal Dunia, Kasus DBD di Denpasar Tembus 1.192 Kasus

Penanganan DBD ini juga dilakukan dengan cara fogging. Salah satunya terpantau di Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 08 Desember 2025.

Kegiatan tersebut juga mendapatkan atensi aparat, yakni Bhabinkamtibmas Desa Belega Aipda I Ketut Urip Artana bersama Babinsa Desa Belega Serka I Nyoman Mulatra yang mendampingi jalannya kegiatan di Banjar Adat Selat dan Banjar Kebon Kelod.

Fogging dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar sebagai langkah preventif untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved