Pariwisata Bali
Warga Terima Insentif dan Bebas Iuran Adat dari Pengelolaan Wisata Air Terjun Sari di Gianyar
Krama Banjar Adat Ngenjung Sari, di Desa Bakbakan, Kecamatan Gianyar, Bali, kini tidak hanya menjadi penonton hingar bingar pariwisata Bali.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
"Kini pengeluaran tersebut ditutupi dari keuntungan pengelolaan wisata. Tak hanya itu, sebagian keuntungan Taman Sari Waterfall juga dialokasikan untuk pembangunan dan pemeliharaan pura, sehingga krama benar-benar merasakan manfaat langsung dari pariwisata yang berkembang di wilayahnya," ujar Padma.
Baca juga: Bertahun-tahun Rusak, Jalan Subak Selat Bali Kini Jadi Jalan Desa Wisata
Dipaparkan bahwa saat ini, Taman Sari Waterfall telah dikenal luas oleh wisatawan.
Baik mancanegara, domestik maupun lokal Bali. Rata-rata kunjungan mencapai 200 hingga 300 wisatawan per hari.
Tak hanya menyajikan wisata air terjun, objek ini juga memiliki akses yang sangat mudah.
Dimana dari area parkir menuju air terjun hanya butuh waktu 2 sampai 3 menit berjalan kaki dengan jalur landai. Di pusat objek juga terdapat kolam alami yang bisa digunakan wisatawan untuk berenang, termasuk kolam khusus anak-anak.
"Airnya berasal langsung dari mata air Pura Beji, sehingga kolamnya jernih," ujarnya.
Tak hanya itu, objek ini juga relatif dekat dengan Ubud. Dan, dari objek ini, wisatawan juga bisa menuju ke Kintamani, Bangli, sehingga keberadaan objek wisata Taman Sari Waterfall cukup strategis. (*)
Berita lainnya di Pariwisata di Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Keindahan-objek-wisata-Taman-Sari-Waterfall-236.jpg)