Berita Gianyar
Resmi, PBB Rumah Tinggal Hingga Pertanian Di Gianyar Bali Gratis, Hanya Sasar Tempat Usaha
Mahayastra mengatakan bahwa, menjaga lahan pertanian maupun perkebunan, juga sebagai upaya menjaga pariwisata Bali.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dirancang Bupati Gianyar, I Made Mahayastra sejak tahun 2025, akhirnya telah rampung, dan telah diterapkan di awal tahun 2026 ini.
Di mana PBB untuk rumah tinggal, lahan pertanian dan perkebunan sudah nol alias gratis.
Hal tersebut disampaikan Sekda Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, Minggu 8 Februari 2026.
"Ya, tahun ini PBB untuk rumah tinggal, sawah, tegalan (perkebunan) sudah gratis," ujarnya.
Baca juga: PEMKOT Denpasar Terapkan PBB-P2 0 Persen ke Lahan Pertanian Produktif, Sawah Ekowisata, Sawah Murni!
Bem menjelaskan bahwa PBB hanya menyasar tempat usaha.
Di mana berdasarkan catatan Tribun Bali, pada tahun 2025 lalu, Gianyar telah menaikkan PBB mencapai 700 persen untuk sektor usaha. Yakni, nilai pajak PBB tersebut naik berdasarkan NJOP.
Dengan demikian, ketika dulu hotel bintang lima hanya membayar pajak sebesar Rp 7 juta, saat ini menjadi Rp 700 juta.
Sementara untuk pajak rumah tinggal, sawah dan tegalan sebelum digratiskan, pengalinya sebesar 20 persen dari nilai NJOP.
Bupati Gianyar, I Made Mahayastra saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.
Kata dia, hal ini dilakukan pihaknya untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat.
Sekaligus, menjaga agar lahan pertanian dan tegalan tidak beralih fungsi menjadi bangunan.
"Kebijakan ini kami lakukan untuk menjaga alam, agar petani bersemangat menggarap lahannya, dan tidak mengalih fungsikannya sebagai bangunan," ujarnya.
Mahayastra juga mengatakan bahwa, menjaga lahan pertanian maupun perkebunan, juga sebagai upaya menjaga pariwisata Bali.
Sebab selama ini, Bali dikenal sebagai pariwisata budaya dengan alamnya yang indah.
Jika sawah dan perkebunan tersebut berkurang, maka hal tersebut juga akan mengancam pariwisata yang selama ini menjadi denyut nadi perekonomian masyarakat.
"Mari kita jaga alam kita agar tetap menjadi daya tarik pariwisata. Dengan membebaskan masyarakat dari PBB, diharapkan gairah masyarakat untuk bertani terus terjaga," ujarnya. (*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Resmi-PBB-Rumah-Tinggal-Hingga-Pertanian-Di-Gianyar-Bali-Gratis-Hanya-Sasar-Tempat-Usaha.jpg)