Perang Timur Tengah
GIANYAR Terancam Kehilangan PAD Miliaran Rupiah? Kunjungan WIsman Terdampak Perang di Timur Tengah!
Perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran di wilayah Timur Tengah masih berkecamuk hingga hari ini.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran di wilayah Timur Tengah masih berkecamuk hingga hari ini.
Perang yang belum bisa dipastikan kapan akan berakhir ini diprediksi berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gianyar terutama sektor Pajak Hotel dan Restoran (PHR), Pajak Hiburan dan Retribusi Pariwisata.
Bahkan Gianyar terancam kehilangan PAD mencapai miliar rupiah di Mei 2026 ini. Hal tersebut menyusul banyaknya pembatalan penerbangan ke Bali di bulan April 2026.
Bupati Gianyar, I Made Mahayastra saat ditemui Tribun Bali, Selasa (10/3) mengatakan, terkait kondisi pendataan Gianyar pasca perang Timur Tengah, kata dia, tentu akan berdampak. Namun untuk rekapitulasi pendapatan Januari, Februari dan awal Maret ini, masih menunjukkan tren positif.
Baca juga: JAJE Bendu Hingga Bahasa Melayu Loloan Diusulkan Jadi WBTB
Baca juga: Enam Kapal di Padangbai Masih Docking Jelang Arus Mudik Lebaran 2026
“Secara teori, pasti berdampak. Tetapi sampai saat ini, pendapatan kita kalau dilihat dari PAD, kan sumber utamanya Pajak Hotel dan Restoran, termasuk yang lainnya berupa retribusi pariwisata,” kata dia.
“Berdasarkan komunikasi saya dengan teman-teman praktisi pariwisata, itu pembatalan keberangkatan dari Eropa menuju Bali adanya di bulan April. Kalau memang April tidak datang (wisatawannya), berarti pendapatan Mei tidak ada. Karena sistem kita pendapatan di Bulan Maret, dipungutnya April,” ujarnya.
Meski demikian, Mahayastra mengatakan pihaknya tidak menyusun skenario refocusing anggaran. Sebab masih ada sumber pendapatan lain untuk menjalankan pemerintahan.
“Refocusing, saya kira tidak sampai demikian. Karena ini beda dengan saat pandemi covid-19. Saat covid kan seluruh dunia lock down, dari Jakarta ke sini saja tidak ada. Orang bekerja tidak bisa, perusahaan tutup semua,” ujarnya.
Mahayastra mengatakan, pihaknya memberikan perhatian terhadap wisatawan telantar, yang tak bisa pulang ke negaranya, kehabisan bekal dampak perang Timur Tengah. Terkait hal itu, Mahayastra pun telah menyiapkan sejumlah solusi.
“Turis yang terjebak di sini, itu menjadi perhatian saya. Saat kita sudah menerima pajak, dan turis tidak bisa pulang dan kehabisan bekal, di sana kami pemerintah pasti turun,” kata dia.
“Baik melakukan pendekatan dengan hotel, mungkin juga subsidi dari pemerintah. Berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memberikan perpanjangan kunjungan, dan biayanya bisa sharing dengan Pemprov Bali. Saat ini kami masih pantau apakah ada turis demikian,” ujarnya.
Disebutkan, Januari tahun 2026 meningkat dari tahun sebelumnya, Januari 2025. Untuk pajak dari Rp 102 miliar menjadi Rp 104 miliar.
Begitu juga untuk Februari, yang pada tahun 2025, pendapatan sebesar Rp 116 miliar sekarang menjadi Rp 118 miliar. “Dan untuk bulan Maret trennya masih bagus sampai hari ini (kemarin),” ujarnya. (weg)
| 12.278 Penumpang Pesawat Terdampak Perang Timur Tengah di Bali, 682 WNA Ajukan Visa ITKT |
|
|---|
| BBM Naik Per 1 April 2026 Berlaku Mulai Pukul 00.00 WIB, Ini Alasan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia! |
|
|---|
| Pemerintah Lakukan Penyesuaian Harga BBM Per 1 April 2026, Ini Kata Bahlil |
|
|---|
| Rentan PHK Massal hingga Melemahkan Daya Beli, Celios: WFH Bukan Solusi Efektif Hemat BBM |
|
|---|
| KOSTER Sarankan Warga Beralih Konsumsi Singkong & Jagung, Warga Gianyar Sebut Stok Beras Masih Aman! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/I-MADE-MAHAYASTRA-vf.jpg)