Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

The Garden Journey di Bambu Indah Gianyar, Desainer Kanada Abadikan Bali Tempo Dulu

Sebagai upaya mengabadikan Bali tempo dulu, John pun membuat Bambu Indah Resort Gianyar

Istimewa
The Garden Journey: Undangan saat menikmati hasil kebun dalam memperingati Earth Hour, Bambu Indah Resort Ubud, Gianyar, Bali, 28 Maret 2026 lalu. The Garden Journey di Bambu Indah Gianyar, Desainer Kanada Abadikan Bali Tempo Dulu 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - John dan Cynthia Hardy, pasangan desainer ternama asal Kanada pemilik Bambu Indah Resort, di Desa Sayan, Ubud, Gianyar, Bali, telah menetap di Bali lebih dari 50 tahun. 

Ia pun telah melihat perkembangan Bali secara spesifik, mulai dari malam Bali yang hanya diterangi cahaya rembulan karena belum ada listrik, hingga zaman di mana lampu listrik menerangi setiap rumah warga.

Namun hal yang paling membuatnya terkesan ialah kehidupan masyarakat Bali tempo dulu yang tidak bisa lepas dari alam. Mulai dari rumah yang terbuat dari bambu hingga makanan berupa sayuran yang langsung dipetik dari halaman rumah. 

"Dulu orang Bali, kalau mau makan, tinggal petik di depan atau belakang rumah, rumah-rumah terbuat dari bambu, waktu itu belum ada listrik, kehidupan berjalan harmonis dengan alam," ujar John, belum lama ini.

Baca juga: ASN WFH Setiap Jumat Mulai 1 April, Swasta Diimbau Ikut, Transformasi Budaya Kerja & Hemat Energi

Sebagai upaya mengabadikan Bali tempo dulu, John pun membuat Bambu Indah Resort, sebuah resort perpaduan pesona antik dan arsitektur bambu yang penuh perhitungan. 

Menghadap sawah hijau, resor dikelilingi oleh pohon asam, kayu manis, palem, dan bayan, mengalir hingga sungai dengan kolam mata air alami.

Pada 28 Maret 2026, dalam rangka memperingati Earth Hour, Bambu Indah, yang secara konsisten diakui sebagai salah satu resor terbaik di Ubud, mengundang kalangan tamu terpilih untuk menikmati sebuah malam dengan keanggunan yang bersahaja. Di mana alam, gastronomi, dan budaya berpadu dalam sebuah perjalanan kemewahan yang bersifat pengalaman.

Dinamai oleh TIME Magazine sebagai salah satu tempat terbaik di dunia dan menempati peringkat ketiga di TripAdvisor dalam kategori pengalaman unik global, Bambu Indah menghadirkan pengalaman autentik.

Pengalaman dimulai dengan sambutan hangat berupa kombucha fermentasi rumahan yang disajikan saat kedatangan, menandai awal dari perjalanan yang dikurasi dengan saksama. 

Para tamu kemudian diundang mengikuti sesi diskusi permakultur oleh Justin Robertshaw, seorang konsultan desain permakultur dan pendidik ternama dunia.

Dengan pengalaman puluhan tahun dalam membentuk lanskap berkelanjutan di berbagai penjuru dunia, Robertshaw membagikan wawasan mengenai praktik budidaya harmonis serta filosofi di balik pertanian organik Bambu Indah, sebagai fondasi eksplorasi imersif malam tersebut.

Usai sesi tersebut, para tamu diajak berjalan menyusuri kebun organik Bambu Indah, menyaksikan langsung penerapan prinsip permakultur sambil menikmati hidangan pembuka terinspirasi dari kebun, mulai dari daun renyah, sayuran serai panggang, serta lobak yang disajikan dalam wadah terakota. 

Setiap sajian merefleksikan keterikatan intim antara tanah dan sumber pangan.

Perjalanan berlanjut dengan pertunjukan musik akustik langsung dari Tritala, yang mengiringi jamuan makan sepuluh hidangan karya Chef Alejandro Cancino, seorang chef plant-based berbintang Michelin yang telah meraih berbagai penghargaan. 

Setelah eksplorasi kebun, kreasi Chef Cancino disajikan dalam rangkaian hidangan elegan, mulai dari kaldu berinfus herbal, sayuran musiman, hingga interpretasi plant-based dari hidangan klasik, yang berpuncak pada hidangan penutup lembut terinspirasi buah tropis dan hasil kebun.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved