Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Lowongan Kerja

GANDENG 21 Perusahaan, Pemkab Gianyar Gelar Job Fair 2026, Dibuka Sampai 19 April

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Pekan Budaya Gianyar ini tidak hanya membuka akses luas bagi pencari kerja,

Tribun Bali/ISTIMEWA
JOB FAIR - Pemkab Gianyar dalam acara talk show Job Fair di Alun-alun Gianyar, Bali, Kamis (16/4). 

TRIBUN-BALI.COM - Perayaan HUT ke-255 Kota Gianyar tahun 2026 semakin semarak dengan digelarnya Job Fair Gianyar 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar dari 12 hingga 19 April 2026.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Pekan Budaya Gianyar ini tidak hanya membuka akses luas bagi pencari kerja, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan.

Diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, job fair ini menghadirkan berbagai kegiatan menarik seperti talkshow interaktif, panggung kreatif, hingga sesi success story yang menghadirkan pelaku UMKM lokal, Desak Ina dari Geprek D’Pojok. Kehadiran pelaku usaha lokal ini menjadi inspirasi tersendiri bagi generasi muda untuk berani berwirausaha dan berinovasi.

Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Gianyar, Ketut Lanang Sadia, Jumat (17/4) mengatakan, job fair ini merupakan langkah strategis dalam memperluas kesempatan kerja sekaligus memperkuat jejaring pasar kerja. 

Baca juga: PERLUAS Rekayasa Lalin di Berawa dan Canggu, Usai Kerobokan Dishub Badung Sasar Dua Kawasan Padat

Baca juga: IMIGRASI Amankan Bule yang Mengintimidasi Warga Lokal di Renon, Sempat Lakukan Perlawanan!

“Job Fair ini tidak hanya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan tenaga kerja dalam menghadapi tuntutan dunia usaha. Menurutnya, selain ijazah, sikap, kemampuan adaptasi, serta kemauan untuk terus belajar menjadi faktor penting agar mampu bersaing di dunia kerja. “Tugas kita bersama adalah menjembatani kebutuhan dunia usaha dan kesiapan tenaga kerja,” tegasnya.

Sebanyak 21 perusahaan dari berbagai sektor industri turut ambil bagian dalam kegiatan ini dengan menawarkan peluang kerja baik di dalam maupun luar negeri. Tak hanya itu, kegiatan ini juga melibatkan Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), Tenaga Kerja Mandiri (TKM), pelaku UMKM, serta masyarakat umum.

Sejumlah agenda strategis turut mewarnai pelaksanaan job fair, di antaranya penyerahan program CSR dari PT Mitra Prodin berupa pelatihan bahasa isyarat dan pengemasan produk ramah lingkungan bagi UMKM. Selain itu, dilakukan pula penyerahan klaim BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris tenaga kerja rentan, penyerahan peraturan perusahaan, serta penandatanganan kerja sama pelatihan gratis selama satu tahun dengan LPK.

Momentum ini juga dimanfaatkan untuk penyerahan kontrak kerja bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memfasilitasi penempatan tenaga kerja ke luar negeri secara legal dan aman. 

Sekretaris Disnaker Kabupaten Gianyar, I Wayan Prayana, berharap kegiatan ini mampu membuka peluang kerja yang lebih luas dan meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

“Dengan terselenggaranya Job Fair Gianyar 2026, kami berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Dalam talkshow bertema “Strategi Perluasan Jejaring dan Kemitraan Pasar Kerja”, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, I Gede Suardana Putra, menyoroti pentingnya keseimbangan antara hard skill dan soft skill. Ia juga mengingatkan bahwa perubahan lanskap ketenagakerjaan di abad ke-21, yang dipengaruhi perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), menuntut tenaga kerja untuk terus beradaptasi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pendidikan vokasi tetap memiliki peran penting, terutama di sektor hospitality yang mengedepankan pelayanan berbasis sentuhan manusia. “Tidak semua peran dapat digantikan oleh mesin. Kompetensi manusia tetap menjadi kunci,” tegasnya. (weg)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved