Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Viral di Bali

Spanduk Berbalas di Ubud Viral, Satpol PP Gianyar Pilih Tidak Tertibkan

Fenomena spanduk berbalas spanduk yang muncul di kawasan Jalan Raya Tjampuhan, Ubud, terkait kerusakan trotoar mendapat perhatian

Tayang:
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
SPANDUK - Masyarakat memasang spanduk kritikan terhadap kondisi infrastruktur di daerah pariwisata Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Fenomena spanduk berbalas spanduk yang muncul di kawasan Jalan Raya Tjampuhan, Ubud, terkait kerusakan trotoar mendapat perhatian dari pemerintah.

Meski spanduk dipasang tak pada tempatnya, namun Dinas Satpol PP Gianyar menilai itu merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang perlu dihargai.

Kasatpol PP Gianyar, I Putu Yudanegara, Senin 1 Juni 2026 mengatakan pihaknya melihat pemasangan spanduk tersebut sebagai wujud penyampaian pendapat dari masyarakat terhadap persoalan yang mereka rasakan.

Baca juga: MARAK Buang Sampah Liar, Desa Kemenuh Pasang Spanduk Larangan! Sanksi Tegas Menanti Pelanggar

"Fenomena ini sedikit berbeda karena ini berupa aspirasi. Kami memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan pendapat," ujarnya.

Namun demikian, Yudanegara menegaskan bahwa pemerintah juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai mekanisme dan lokasi yang tepat untuk menyalurkan aspirasi agar tetap sesuai aturan.

"Berikutnya kami akan mengedukasi masyarakat mengenai tempat yang tepat untuk menyalurkan aspirasi," katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Gianyar pada prinsipnya terbuka terhadap berbagai masukan dan kritik yang disampaikan masyarakat.

Baca juga: Atensi Arahan Presiden, Satpol PP Provinsi Bali Serta Kabupaten/Kota Tertibkan Spanduk Baliho

"Pintu Pemkab Gianyar terbuka untuk semua masyarakat," tegasnya.

Sebelumnya, publik dihebohkan dengan kemunculan spanduk kritik yang dipasang di kawasan Jalan Raya Tjampuhan, Ubud.

Spanduk tersebut menampilkan foto Gubernur Bali dan Bupati Gianyar serta berisi sindiran agar kerusakan trotoar dari kawasan Patung Arjuna hingga Sanggingan segera diperbaiki karena dinilai membahayakan wisatawan.

Sehari kemudian, muncul spanduk balasan yang dipasang berdampingan.

Isi spanduk itu menjelaskan bahwa perbaikan trotoar telah dianggarkan sebesar Rp9 miliar dan saat ini masih dalam proses pelaksanaan secara bertahap.

Baca juga: AKSI TEROR di Kantor BPJS, Lempar Batu & Pasang 2 Spanduk Provokatif, Polda Bali Turun Tangan!

Fenomena "spanduk berbalas spanduk" itu pun menjadi perbincangan luas di masyarakat dan media sosial.

Di satu sisi, masyarakat menyuarakan keluhan atas kondisi trotoar yang rusak di kawasan wisata internasional Ubud.

Di sisi lain, muncul narasi yang mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur pemerintah memerlukan tahapan administrasi dan penganggaran yang tidak bisa dilakukan secara instan.

Peristiwa tersebut menjadi potret menarik dinamika komunikasi publik di Gianyar, di mana kritik dan respons masyarakat sama-sama muncul di ruang terbuka, sementara pemerintah menegaskan komitmennya untuk tetap membuka ruang dialog dan aspirasi bagi seluruh warga. (*)

 

Berita lainnya di Spanduk
 
 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved