Berita Jembrana
ASDP Segera Carikan Solusi Pekerja Jerambah Usai Disebut Pungli, Pekerja Datangi Lurah Gilimanuk!
Disingung mengenai adanya usulan dibayarkan dari pihak pelayaran ataupun masuk dalam tiket, Didi Julyansiah mengakui masih berproses.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Pemberi jasa jerambah di Pelabuhan Gilimanuk datangi Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Rabu (7/1) kemarin.
Adalah untuk berkoordinasi serta mencari solusi terkait dugaan pungli yang ditudingkan kepada pekerja jerambah yang sudah ada sejak tahun 1963 silam. Di sisi lain, ASDP saat ini mengakui sedang mencarikan solusi atas masalah tersebut.
Kedatangan perwakilan pekerja jerambah yang didampingi Ketua KSPSI Jembrana, Sukirman tersebut menyampaikan bahwa jasa jerambah di Pelabuhan Gilimanuk sudah ada sejak tahun 1963 saat pelabuhan masih tradisional.
Sebab saat itu harus adanya penyangga dari kayu untuk bisa bongkar muat Kendaraan. Kemudian di tahun 1970 jerambah telah tergabung dalam SPSI hingga saat ini.
Terkait dengan adanya unggahan video yang memungut Jasa Keset dari jerambah agar bisa di carikan solusi dan bisa memfasilitasi kepada ASDP Pelabuhan Gilimanuk.
Baca juga: BAU Menyegat Limbah dan Cemari Lingkungan, Satpol PP Datangi Lokasi Pembuangan Limbah Bulu Ayam
Baca juga: CUACA Ekstrem Ancaman, BI Minta TPID Bali Jaga Stabilitas Harga, untuk Libur Idul Fitri & Nyepi 2026
Selain itu, Ketua Jerambah juga menyampaikan jika nantinya jerambah tidak diperbolehkan memungut jasa karpet di LCM Pelabuhan Gilimanuk, diharapkan agar jasa karpet tersebut bisa dibayarkan oleh pihak pelayaran atau usaha kapal.
Terpisah, Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak ASDP dan saat ini menunggu informasi apakah nantinya akan duduk bersama dengan stakeholder yang ada di Pelabuhan Gilimanuk yang tentunya mengundang dari Perwakilan Jerambah.
"Kami sudah koordinasikan dengan ASDP. Semoga bisa segera ada solusi kedepannya seperti apa," jelasnya.
Sementara itu, Manager Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah mengakui pihaknya masih dalam proses pembahasan terakir solusi untuk kegiatan Jerambah. Namun ia menegaskan bahwa nantinya bakal ada solusi.
"Kita masih berproses gih. Intinya kedepan ada solusi untuk kegiatan Jerambah," tegasnya.
Disingung mengenai adanya usulan dibayarkan dari pihak pelayaran ataupun masuk dalam tiket, Didi Julyansiah mengakui masih berproses. Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak jerambah.
"Masih berproses nggih," tandasnya. (mpa)
| KASUS Dugaan Chat Vulgar Guru ke Siswa di Jembrana, Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pidana, Kok Bisa? |
|
|---|
| LUAR Biasa! Warga Saling Bantu Angkut Batu Bagi Jembatan Perintis Garuda Jembrana yang Terus Dikebut |
|
|---|
| BAHASA 'Mabar ML' Picu Polemik, Polisi Tak Temukan Unsur Pidana pada Chat Viral Guru ke Siswa? |
|
|---|
| Seluruh Guru di Jembrana Sudah ASN, Lewat Rekrutmen CPNS, PPPK hingga Skema Paruh Waktu |
|
|---|
| 2 Desa Pamerkan Simulasi Penanganan Pencurian, Satkamling Wajib Beri Aman di Wilayah Masing-masing! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/TUKANG-JERAMBAH-Pekerja-jasa-jerambah-di-dermaga-LCM-Pelabuhan-Gilimanuk.jpg)