LSD di Bali
LOCKDOWN 6 Desa di Jembrana, Dampak Ada Sapi Terjangkit Penyakit LSD, Simak Penjelasannya
Kasus penyakit Lumpy Skin Desease (LSD) atau penyakit kulit benjol, ditemukan pada ternak sapi di Jembrana.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Kasus penyakit Lumpy Skin Desease (LSD) atau penyakit kulit benjol, ditemukan pada ternak sapi di Jembrana.
Kasus tersebut sesuai dengan adanya sampel positif dari hasil laboratorium. Praktis, Bali yang sebelumnya zero LSD saat ini ditetapkan sebagai daerah kasus penyakit LSD khususnya di Gumi Makepung.
Menurut data yang berhasil diperoleh dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Jembrana, total sampel ternak sapi yang positif LSD disebutkan sebanyak dua ekor.
Sampel tersebut berasal dari dua wilayah yakni Desa Baluk dan Desa Banyubiru di Kecamatan Negara. Namun, ada puluhan sapi lainnya yang juga suspek LSD dan perlu pengawasan.
Baca juga: TEWAS Usai Kecelakaan Maut di Simpang Surapati-Kepundung Denpasar, Korban Ngebut & Manuver Zig-zag!
Baca juga: KAPAL Pesiar Regatta Sandar di Celukan Bawang Bawa 629 Penumpang Serta 387 Kru Dari Berbagai Negara
Sementara, total ada enam wilayah yang sementara di karantina alias lockdown untuk membatasi mobilitas ternak atau mencegah penularan. Yakni empat desa dan satu kelurahan di Kecamatan Negara serta satu desa di Kecamatan Melaya.
"Ini jadi kasus pertama (LSD) di Bali, karena sebelumnya Bali bebas LSD," ungkap Kabid Peternakan, Keswan-Kesmavet, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Jembrana, I Gusti Putu Sugiarta saat dikonfirmasi, Rabu 14 Januari 2026.
Dia menyebutkan, kasus ini juga menjadi perhatian serius pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Sesuai hasil rapat koordinasi dengan Pemprov Bali dengan Pemkab Jembrana terkait penanganan LSD, sejumlah desa/kelurahan terpaksa ditetapkan lockdown sementara. Selain itu juga melakukan langkah pengendalian dengan penerapan zona.
Ada tiga zona yang ditetapkan untuk wilayah Jembrana. Yakni zona tertular bagi wilayah yang terdapat kasus positif LSD, zona kontrol untuk kawasan terdekat dari ditemukannya kasus dan zona surveilan untuk pengawasan lebih luas.
Di sisi lain, juga disarankan melakukan pemotongan bersyarat terhadap 27 ekor ternak di enam desa/kelurahan yang sudah tertular.
Fokus petugas Medikvet saat ini juga melakukan pendataan, pemantauan serta menyarankan peternak melakukan spraying insektisida dan desinfektan sebagai upaya kontrol vektor seperti nyamuk dan lalat yang diduga menyebarkan virus tersebut.
"Pemerintah juga telah mengajukan surat ke dirjen untuk vaksinasi darurat di zona tertular dan zona kontrol sebagai upaya antisipasi penyebaran," tandasnya.(*)
| Lalulintas Ternak Sapi dan Kerbau di Jembrana Diperketat, Pemulihan Pasca Diserang LSD |
|
|---|
| HANYA Kecamatan Pekutatan Tak Ada Suspek LSD, Baru 456 Ekor Ternak Warga Terima Vaksinasi |
|
|---|
| TAMBAHAN Dosis Khusus untuk Zona Tertular LSD, Masih Jauh Kurang Dari Total Estimasi Populasi |
|
|---|
| Kasus LSD, Jembrana Bali Dapat Tambahan 3.940 Dosis Vaksin, Kurang Dari Total Estimasi Populasi |
|
|---|
| BATAL Lockdown di Buleleng, 3 Sapi LSD Sembuh, Ini Kata Dinas Peternakan! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Petugas-Medikvet-saat-melakukan-pendataan-pemantauan.jpg)