Berita Jembrana
Dewa Ayu dan Dewa Ketut Berpulang Secara Tragis di Jembrana, Disengat Tawon Hingga Meninggal
Dewa Ayu dan Dewa Ketut Berpulang Secara Tragis di Jembrana, Disengat Tawon Hingga Meninggal
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Pasangan suami istri asal Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana dilaporkan meninggal dunia diduga karena racun serangan tawon di kebun miliknya, Selasa 20 Januari 2026.
Kronologi pasutri disengat tawon hingga meninggal dunia ini terbilang tak sering terjadi.
Kedua korban dinyatakan meninggal dalam waktu berbeda.
Berdasarkan informasi, kedua korban berasal dari Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo.
Baca juga: KISAH LENGKAP Hubungan Terlarang Berakhir Ulah Pati di Buleleng, Main Hati Berujung Maut
Sang suami ditemukan meninggal dunia di kebun pasca disengat tawon, sementara sang istri menghembuskan nafas terakhir beberapa jam atau malam pasca kejadian.
Menurut informasi yang diperoleh, pasutri yang diketahui bernama Dewa Ketut Suparta (69) dan Dewa Ayu Made Gati (56)
Baca juga: Togar Situmorang Diduga Catut Nama Pejabat Untuk Kelabui Korban, Uang Rp 500 Juta Pun Ditransfer
Kejadian sengatan tawon berawal saat kedua korban ke kebun di wilayah Banjar Kedisan, Desa Yehembang Kauh pada Selasa 20 Januari 2026.
Sekitar pukul 15.00 WITA atau setelah bekerja, pasutri tersebut kemudian berniat istirahat di sebuah gubuk di kebun tersebut.
Sebelum beristirahat, korban wanita hendak memindahkan daun kelapa kering yang ada dibawah bale-bale atau gubuk, tak disangka saat diangkat ternyata terdapat sarang tawon.
Seketika gerombolan tawon berhamburan dan langsung menyengat tubuh kedua korban.
Lalu pasutri tersebut berusaha menghindar dari serangan tawon dan melarikan diri secara terpisah.
Namun sayangnya, korban Dewa Ketut justru terjatuh setelah berlari beberapa meter dari gubuk dan kepalanya terbentur akar pohon.
Karena terjatuh, gerombolan tawon tersebut kembali menyerang korban hingga tak sadarkan diri.
Sementara itu korban Kadek Ayu berhasil diselamatkan oleh seorang saksi yang melihat kejadian tersebut dan langsung dievakuasi ke Puskesmas I Mendoyo untuk penanganan medis dan beberapa saat kemudian diizinkan untuk pulang sekitar pukul 18.00 WITA.
Tak lama, warga sekitar mendatangi tempat kejadian dan menemukan korban yakni sang suami sudah dalam keadaan meninggal dunia.
| PETUGAS Temukan Barang Berbahaya di Kamar WBP, Temukan Kartu Remi hingga Gunting, Akan Dimusnahkan! |
|
|---|
| Dikubur, Tulang Paus yang Terdampar di Jembrana Diambil Enam Bulan Lagi |
|
|---|
| Petugas Gabungan Temukan Barang Berbahaya di Kamar Hunian WBP Rutan Kelas IIB Negara |
|
|---|
| Tulang Paus Sepanjang 17 Meter di Jembrana Bakal Dimuseumkan, Penguburan Terkendala Hujan Deras |
|
|---|
| TERDAMPAR! Tulang Paus Sperma Raksasa Rencananya Dimanfaatkan Untuk Keperluan Museum |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Diduga-Karena-Sengatan-Tawon-Pasutri-Meninggal-di-Jembrana-Bali-Sang-Istri-Sempat-Kejang-kejang.jpg)