Bencana Alam di Bali
DISAPU Angin Puting Beliung, Merajan Dadia di Banyubiru Jembrana Rusak!
Pembersihan kemarin dilaksanakan setelah sejumlah bangunan di merajan dadia warga rusak terdampak cuaca buruk angin puting beliung, Rabu (25/2).
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Sejumlah warga nampak bergotong royong di kawasan merajan dadia di wilayah Banjar/Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Kamis (26/2). Satu per satu puing genting dan lainnya diambil warga dibantu petugas gabungan.
Pembersihan kemarin dilaksanakan setelah sejumlah bangunan di merajan dadia warga rusak terdampak cuaca buruk angin puting beliung, Rabu (25/2).
Menurut informasi yang diperoleh Tribun Bali, peristiwa angin puting beliung memporak-porandakan sejumlah bangunan di merajan dadia wilayah Desa Banyubiru sekitar pukul 15.30 WITA.
Beberapa bagian bangunan yang mengalami kerusakan. Di antaranya Bale Piasan ukuran 2,5 x 2,5 meter, bale gong ukuran 3 x 2,5 meter, serta tembok pagar sepanjang 3 meter dengan tinggi 1 meter.
Baca juga: TAKSI Beroperasi Capai 3.500 Armada, Dishub Bali Petakan Ruas Jalan Kemacetan
Baca juga: LUHUT Soroti Sampah hingga Turis Nakal di Bali, Gubernur Umumkan Perda Larangan Praktik Nominee
Penanganan awal telah dilakukan melalui kegiatan gotong royong oleh keluarga Dadia bersama aparat desa setempat. “Kejadiannya dilaporkan kemarin malam. Hari ini (kemarin) tim kami melakukan penanganan cepat di lokasi kejadian,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, I Putu Agus Artana Putra saat dikonfirmasi, Kamis (26/2).
Dia melanjutkan, sejumlah bangunan rusak akibat cuaca buruk tersebut. Sesuai hasil penghitungan dari tim yang ke lapangan, kerugian ditaksir mencapai Rp30-40 Juta. Selanjutnya, untuk perbaikan akan diusulkan ke BPBD Provinsi Bali. “Tindaklanjut untuk perbaikan akan diusulkan ke BPBD Provinsi Bali, saat ini menunggu kelengkapan dari pemohon,” ungkapnya.
Dia mengimbau, seluruh masyarakat untuk waspada terhadap dampak dari cuaca buruk. Sebab, belakangan ini cuaca buruk kerap menyebabkan bencana seperti pohon tumbang, longsor hingga angin puting beliung. “Tetap waspada terhadap dampak cuaca buruk yang terjadi,” tandasnya.
Terpisah, Camat Negara, I Gede Wariyana Prabawa mengatakan, sejumlah instansi turut membantu proses pembersihan dengan konsep gotong royong. Satu per satu puing dampak kerusakan dua bangunan tersebut diambil dan dikumpulkan di satu tempat.
“Kita tim gabungan lakukan gotong royong bersama keluarga dadia, Polsek dan aparat desa. Astungkara tidak ada korban, namun kerugian materialnya cukup banyak. Semoga nanti bisa dibantu,” katanya. (mpa)
| Rumah Warga Roboh Diterjang Angin Kencang Di Jembrana Bali, Pemerintah Siapkan Langkah Penanganan |
|
|---|
| Hujan Deras Memicu Luapan Air Sungai Di Jembrana Bali, Puluhan Rumah Warga Terendam Banjir |
|
|---|
| Diterjang Puting Beliung, Meranjang Wayan Wiratman di Sading Badung Bali Roboh |
|
|---|
| JEBOL Lagi Senderan Sungai Desa Tumbu di Karangasem, Kerusakan Sepanjang 50 Meter dan Tinggi 5 Meter |
|
|---|
| Awal Tahun, Cuaca Ekstrem Sebabkan Bencana, Pemprov Bali Susun Renja OPD Tematik Resiliensi Bencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Warga-bersama-petugas-gabungan-membersihkan-bangunan-merajan-dadia-yang-rusak.jpg)