Berita Jembrana
Isu Pemangkasan PPPK Mencuat, Jembrana justru Kekurangan Pegawai
Isu pemangkasan tenaga pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di daerah-daerah imbas pemangkasan anggaran
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Isu pemangkasan tenaga pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di daerah-daerah imbas pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat terus menguat belakangan ini.
Di Jembrana, Pemkab Jembrana hingga saat ini belum ada rencana untuk melakukan hal tersebut (pemangkasan).
Namun justru Jembrana masih kekurangan pegawai jika melihat kebutuhan tenaga di sejumlah formasi.
Baca juga: TEREKAM CCTV Lakukan ini, 4 Oknum PPPK di Klungkung Terancam Dipecat
Menurut informasi yang diperoleh, ada ribuan PPPK penuh waktu dan paruh waktu di lingkungan Pemkab Jembrana.
Jumlah tersebut diangkat dalam beberapa tahun belakangan ini.
Yang mana, formasi guru dan tenaga kesehatan jadi prioritas.
Kemudian disusul dengan formasi teknis.
Baca juga: Gaji PPPK Paruh Waktu Tak Kunjung Cair, Ini Kata Sekda Tabanan
"Hingga saat ini belum ada arahan (penyesuaian PPPK) dari pak Bupati selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPPK)."
"Tetapi kalau melihat dari formasi (kebutuhan), di Pemkab Jembrana masih banyak kekurangan pegawai," kata Sekda Jembrana, I Made Budiasa saat dikonfirmasi, Rabu 25 Maret 2026.
Menurutnya, kebutuhan pegawai di sejumlah formasi masih sangat diperlukan.
Namun, karena menyesuaikan dengan kondisi anggaran di Jembrana, pemerintah harus memutar otak agar tidak sampai "kebablasan" nantinya.
Baca juga: LAMBAT Cair Gaji PPPK Tabanan, Sekda Buka Suara, Penyebab karena Proses Administrasi Masih Berjalan
"Tentunya kita menyesuaikan dengan kemampuan anggaran kita," jelasnya. (*)
Berita lainnya di Pemkab Jembrana
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Sekda-Jembrana-I-Made-Budiasa-saat-memberikan-keterangan-terkait-lelang-jabatan.jpg)