Tribun Bali Award
WARGA Jembrana Bisa Manfaatkan Rumah Singgah di Denpasar, Dana Talangan Tanpa Bunga & Jaminan ke PMI
Program inovatif ini, berhasil mendobrak tembok besar yang selama ini sering menghalangi niat tulus warga masalah modal awal keberangkatan.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Pasangan Kembang-Ipat juga telah sukses menelurkan program rumah singgah. Rumah Singgah Harmoni ini diperuntukkan bagi keluarga pasien, yang berobat ke luar daerah maupun masyarakat Jembrana yang sedang ke Denpasar untuk mencari kerja maupun sekolah untuk kuliah. Total ada belasan ruangan kamar yang disediakan pemerintah untuk warganya.
Rumah Singgah ini berlokasi di Jalan Pulau Bali Nomor 23, wilayah Dauh Puri Kelod, Denpasar Barat atau berada tepat di belakang atau di seberang gedung baru poliklinik RSUP Prof Ngoerah (sebelumnya bernama RSUP Sanglah). Keberadaan program rumah singgah ini mendapatkan respon positif, dan menarik perhatian warga masyarakat Jembrana yang tengah menjalani pengobatan di Denpasar.
Selain untuk bagi pendamping pasien, Rumah Singgah ini juga bisa dimanfaatkan oleh warga Jembrana yang sedang mencari pekerjaan atau tempat kuliah di Denpasar. Dengan fasilitas yang nyaman dan lokasi strategis, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jembrana.
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan menegaskan, Rumah Singgah Harmoni ini merupakan bagian dari janji kampanye yang menjadi program unggulan dalam visi dan misi kepemimpinannya bersama Wabup Ipat.
Program ini lahir dari keprihatinannya, terhadap kondisi warga Jembrana yang harus tidur di gang rumah sakit atau di emperan toko saat menunggu keluarga yang dirawat di RSUP Prof Ngoerah.
"Dengan adanya Rumah Singgah ini, warga yang mendampingi pasien tidak perlu lagi tidur di tempat yang kurang layak. Hanya dengan berjalan 5-10 menit, mereka bisa beristirahat dengan nyaman di Rumah Singgah," terangnya.
Selain itu, bupati juga mencatat banyaknya masyarakat Jembrana yang harus melakukan rawat jalan di Denpasar, terutama anak-anak muda yang terpaksa meninggalkan pekerjaan, administrasi, atau kuliah.
"Dengan adanya rumah singgah ini, mereka dapat lebih mudah mengurus segala keperluan tanpa harus merasa khawatir tentang tempat tinggal," tegas bupati.
Mereka yang bisa menggunakan atau memanfaatkan fasilitas di rumah singgah ini, adalah masyarakat yang ber-KTP Jembrana. Diketahui sendiri bahwa Rumah Singgah Harmoni menyediakan fasilitas yang memadai bagi masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal sementara.
Jumlah kamar yang tersedia sebanyak 16 kamar lengkap dengan kamar mandi dalam, tempat tidur, lemari hingga ada beberapa kamar yang dilengkapi dengan AC untuk menjamin kenyamanan warga yang memanfaatkan. Tidak hanya itu, Layanan Rumah Singgah Harmoni ini buka 24 jam setiap hari.
Kredit Subsidi
Program kredit subsidi atau dana talangan, tanpa bunga dan jaminan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang digagas Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, dinilai sukses besar menjadi juru selamat bagi warga Gumi Makepung yang ingin mengubah nasib di luar negeri.
Program inovatif ini, berhasil mendobrak tembok besar yang selama ini sering menghalangi niat tulus warga masalah modal awal keberangkatan.
Sebelum adanya program ini, tidak sedikit warga Jembrana yang terjerat utang pada rentenir atau terpaksa menjual aset berharga demi bisa terbang ke luar negeri.
Namun, lewat skema kredit subsidi dari Pemerintah Jembrana, kendala permodalan tersebut kini bisa diatasi dengan aman dan mandiri.
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan menyatakan, program ini bukan sekadar bantuan finansial instan, melainkan investasi jangka panjang untuk peningkatan kesejahteraan keluarga dan daerah.
Baca juga: JEMBRANA Pelopor Dana Bantuan PMI, Inovator Percepatan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan
Baca juga: Program Subsidi Kredit PMI Ringankan Warga Bekerja Keluar Negeri, Bupati Jembrana: Jaga Sikap
"Kami tidak ingin warga Jembrana yang punya kompetensi dan semangat kerja tinggi harus mengubur impiannya hanya karena tidak punya biaya untuk berangkat. Lewat subsidi ini, pemerintah hadir untuk memastikan mereka bisa berangkat dengan kepala tegak, tanpa beban bunga yang mencekik," ujar Bupati Kembang Hartawan.
Perputaran ekonomi di desa-desa asal PMI di Jembrana, bergerak positif berkat aliran dana kiriman (remittance) yang stabil. Warga kini mampu merenovasi rumah, menyekolahkan anak hingga jenjang tinggi, hingga membuka usaha mikro di kampung halaman sebagai tabungan masa depan.
Lewat pogram kredit subsidi ini, telah berhasil mengantarkan puluhan tenaga kerja terampil asal Jembrana ke berbagai negara tujuan strategis di belahan dunia. Beberapa negara yang menjadi destinasi utama para penerima manfaat program ini antara lain seperti Jepang, negara di Eropa, hingga kapal pesiar internasional.
Ketut Swastika, salah satu warga Jembrana yang kini sukses bekerja di sektor perkebunan di Jepang, mengaku sangat bersyukur atas adanya program ini.
"Dulu mau berangkat bingung cari pinjaman ke mana-mana. Mau pinjam bank biasa, syaratnya susah dan bunganya berat. Untung ada kredit subsidi dari pak bupati. Benar-benar membantu permodalan awal saya untuk urus VISA, pelatihan, dan tiket. Sekarang astungkara, ekonomi keluarga di Jembrana sudah jauh lebih baik," ungkapnya.
Dengan keberhasilan yang terus berlanjut, Pemkab Jembrana berkomitmen untuk terus mempertahankan dan memperluas jangkauan program ini, sekaligus memperketat pengawasan agar para PMI asal Jembrana tetap berangkat melalui jalur yang legal, aman, dan prosedural. (ADV/mpa)
| Mengangkat Desa Manistutu Bali ke Level Nasional: Jejak Pengabdian Anak Desa |
|
|---|
| Program Seragam Gratis Sutjidra-Supriatna Diharapkan Tekan Angka Putus Sekolah di Buleleng Bali |
|
|---|
| Penataan Titik 0 Singaraja, Wajah Baru Kota Heritage Bali Utara |
|
|---|
| Di Era Sutjidra-Supriatna, Buleleng Raih Penghargaan Nasional Digitalisasi Keuangan |
|
|---|
| Pemerintah Badung Luncurkan "Kontak Bupati", Tempat Warga Adukan Masalah, Dijamin Pantauan 24 Jam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Rumah-Singgah-ini-berlokasi-di-Jalan-Pulau-Bali-Nomor-23-wilayah-Dauh-Puri-Kelod.jpg)